PM Haider al-Abadi Umumkan Kemenangan Irak Atas ISIS dan Tetapkan 10 Desember Sebagai Hari Libur Nasional

Keterangan Foto: Perdana Menteri Irak, Haider al Abadi dan Pejabat Militer mengumumkan kemenangan Irak atas ISIS di negara itu, Sabtu (9/12/2017). Foto: Reuters

Setelah tiga tahun memerangi ISIS, pada Sabtu (9/12/2017) waktu setempat , Perdana Menteri Irak, Haider al-Abadi, secara resmi mengumumkan kemenangan Irak atas ISIS, dibawah pimpinan Abu Bakar al Bagdadi tersebut. Pengumuman atas kemenangan tersebut disampaikan Haider dan disiarkan oleh tekevisi nasional setempat setelah pasukan Irak berhasil mengusir sisa-sisa pasukan ISIS dari wilayah Irak.

Seperti dilansir dari Reuters, Pejabat Militer Irak juga mengungkapkan bahwa pasukan Irak berhasil merebut kembali daerah-daerah terakhir yang masih berada di bawah kendali ISIS di sepanjang perbatasan dengan Suriah.

“Orang-orang Irak yang terhormat, tanah Anda benar-benar sudah bebas. Impian akan kebebasan sekarang sudah jadi kenyataan,” ungkap Haider di televisi setempat.

Haider juga mengungkapkan, sebagai bentuk suka cita, perayaan kemenangan terhadap ISIS akan dilakukan dengan diadakannya parade kemenangan dalam beberapa hari mendatang. Dalam parade tersebut, beberapa skuadron helikopter akan terbang sambil membawa bendera Irak.

“Kami sudah menyelesaikan misi yang sangat sulit, pahlawan kami sudah mencapai markas terakhir Daesh (ISIS) dan membersihkannya. Bendera Irak sudah berkibar tinggi di seluruh wilayah Irak hari ini.” ujarnya.

Dan untuk memperingati kemenangan tersebut, Haider menyatakan bahwa 10 Desember akan menjadi hari libur nasional. Hingga berita ini di turunkan,televisi-tekevisi Irak masih menayangkan berbagai lagu-lagu perayaan yang memuji kekuatan pemerintah dan militernya.

Namun walau militer Irak sudah berhasil membersihkan wilayah terahir yang diduduki ISIS, Haider menegaskan bahwa rakyat Irak harus mempersiapkan diri untuk menghadapi ancaman di masa depan dengan memerangi radikalisme dan terorisme.

“Impian Daesh sudah berakhir dan kita harus harus menghapus semua pengaruhnya dan tidak membiarkan radikalisme dan terorisme kembali dan kita harus tetap waspada serta siap menghadapi upaya teroris di negara kita, karena terorisme adalah musuh abadi” tegas Haider.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR