Polda Sumut Bantah Helikopter Polisi Bawa Pengantin di Pematang Siantar

Polda Sumut Bantah Helikopter Polisi Bawa Pasangan Pengantin di Pematang Siantar. Dok: Polda Sumut

MEDAN — Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda) Sumut membantah pemberitaan terkait penggunaan helikopter Polisi untuk acara pernikahan di Kota Pematang Siantar, Sumut. Sebelumnya www.merdeka.com terbitan Selasa, 27 Februari 2018, memberitakan pesta pernikahan di Lapangan Adam Malik, Pematang Siantar, Ahad,25 Februari 2018.

Berita tersebut menulis : Mengundang decak kagum sekaligus tanda tanya. Kagum karena ada pasangan pengantin menggunakan helikopter, namun menjadi pertanyaan karena kendaraan udara itu diduga milik Polda Sumut.

Video resepsi pernikahan menggunakan helikopter di Kota Pematang Siantar beredar di grup Whatsapp jurnalis di Medan. Dalam video itu, terlihat seseorang kru mengenakan seragam polisi di dalam helikopter.

Helikopter yang digunakan pasangan itu diduga kuat milik Polda Sumut. Namun, pada badan Heli Bolcow berwarna putih biru itu tidak ada tulisan “POLISI”. Pada bagian itu hanya ditempel huruf “F & T” yang diduga sebagai inisial kedua mempelai. Setelah helikopter mendarat dan pasangan pengantin itu turun, mereka kemudian melintasi karpet merah didampingi seorang wanita mengenakan kerudung hitam.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumut Komisaris Besar Rina Sari Ginting membantah penggunaan helikopter Polri untuk mengangkut pasangan nikah di Pematang Siantar. Namun Rina mengakui pada Ahad 25 Februari 2018, sekitar pukul 10.00 WIB, kru helikopter Polda Sumut melaksanakan maintenance flight setelah pengecekan radio helikopter.

“Pengecekan radio tersebut membutuh jarak frekuensi sekitar 25 nautical mile antara helikopter dengan bandara,” kata Rina Sari dalam penjelasan resmi, Rabu 28 Februari 2018.

Setelah dilakukan  pengecekan radio, ujar Rina Sari, hasilnya kurang bagus, sehingga pilot heli Polda Sumut Inspektur Satu Togu memutuskan untuk mendarat. Kemudian pilot mencari lapangan terdekat guna dilakukan pemeriksaan oleh teknisi.

“Heli kemudian mendarat di sebuah lapangan yang terletak tak jauh dari Markas Polres Pematang Siantar. Akhirnya diketahui bahwa lapangan tempat mendarat heli adalah Lapangan Haji Adam Malik,” tutur Rina.

Pada saat pengecekan radio oleh teknisi sedang berlangsung, sambung Rina, di lapangan tersebut berlangsung foto pre wedding calon pengantin. “Kemudian pasangan pengantin menemui pilot Togi untuk minta foto dekat helikopter yang sedang mendarat itu. Karena rasa bangga didatangi calon pengantin, pilot mengizinkan mengambil foto pre wedding disamping helikopter;” tutur Rina.

Selanjutnya setelah pemeriksaan oleh teknisi radio selesai, sambung Rina, pilot Togi melanjutkan penerbangan ke Lanud Suwondo Medan untuk mengisi bahan bakar dan seterusnya kembali ke Helipad Polda Sumut.

“Jadi tidak benar helikopter Polri digunakan untuk mengangkut pasangan calon pengantin.” pungkas Rina Sari.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR