Polemik Blok Masela, Menteri ESDM: Berhentilah Membohongi Rakyat

Blok Masela

Ilustrasi: Kilang Minyak / Internet

Jakarta – Sikap hati-hati Presiden Jokowi terkait pengembangan Blok Masela di Laut Arafura, Maluku, dianggap keputusan terbaik. Hal ini dikatakan langsung oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said.

“Tidak usah berpolemik. Pihak-pihak yang pura-pura berjuang untuk rakyat, yang menipu, yang suka mengklaim paling tahu, yang mau coba mengganti investor Masela, berhentilah membohongi rakyat. Karena suatu saat akan terbongkar juga,” katanya kepada awak media di Jakarta, Sabtu (27/2/2016).

Selanjutnya kata Sudirman, dirinya beserta jajaran telah melaksanakan Amanah Presiden untuk menganalisis pengembangan proyek tersebut, sehingga keputusan yangdiambil tentunya diharapkan dapat memberi manfaat maksimal bagi masyarakat Maluku, Indonesia, dan banyak pihak lainnya.

Sudirman mengungkapkan, saat ini, proses pembahasan keputusan pengembangan Blok Masela masih terus dilakukan pemerintah.

“Kami telah melaporkan mengenai dua skenario pengembangan Blok Masela. Informasi tersebut terutama mengenai bagaimana dampak bagi pengembangan wilayah di Maluku bagian selatan dan berapa besar investasi yang dibutuhkan bila di ‘onshore’ maupun ‘offshore’,” tuturnya.

Terkait dengan kesiapan pemerintah dan masyarakat Maluku, Sudirman menambahkan, dirinya terus berkomunikasi dengan pemerintah beserta masyarakat Maluku.

“Gubernur Maluku sudah menyampaikan bahwa beliau setuju dan mendukung apapun keputusan dan kebijakan Presiden terhadap Blok Masela dan beliau siap untuk melakukan sosialisasi kepada rakyat Maluku bila keputusan sudah diambil,” ujarnya.

Keputusan pengembangan Blok Masela akan dilakukan sendiri oleh Presiden mengingat nilai investasi dan dampaknya yang sangat besar.

Presiden akan memutuskan apakah pengembangan Masela itu memakai skema kilang terapung (floating liquid natural gas/FLNG) atau darat (onshore liquid natural gas/OLNG). Kedua skema tersebut dinilai mempunyai plus dan minus masing-masing.

Sejauh ini pihak yang terlibat dalam rencana pengembangan Blok antara lain kontraktor asal Jepang, Inpex Masela Ltd., sebagai operator dengan kepemilikan partisipasi 65 persen dan Shell Corporation (35%).

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR