Polisi Bubarkan Demo PMII

BOGOR – Aksi unjuk rasa yang digelar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) memperingati dua tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla berakhir ricuh di depan Istana Bogor, Jalan Juanda,  Kamis (20/10/2016) sore. Petugas Polres Bogor Kota yang melakukan barikade pengamanan langsung bereaksi saat puluhan mahasiswa ini berniat membakar ban.

Polisi pun langsung menghalau pendemo dengan menyemprotkan gas air mata. Namun, para pengunjuk rasa terus merangsek lakukan perlawanan. Setelah sempat terjadi aksi dorong mendorong, petugas pun membubarkan aksi pendemo.

Massa aksi PMII akhirnya melanjutkan aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Bogor, hingga akhirnya membubarkan diri. Dalam orasinya, pendemo mengecam kebijakan Jokowi-JK yang disebutnya hanya melakukan pencitraan.

“Presiden Jokowi selama dua tahun dirinya menjabat, tidak ada perubahan yang merata di Indonesia. Kemiskinan masih tinggi, biaya hidup masih mahal,” teriak koordinator aksi Iman.

Orator demo juga mengatakan,  Revolusi Mental, Nawa Cita, dan blusukan Jokowi tidak mampu melakukan perubahan berarti.

“Revolusi mental dan Nawa Cita seperti pepesan kosong. Yang tidak ada isinya dan tidak pernah terbukti hingga saat ini untuk kesejahteraan rakyat,” tukasnya.

Saat unjuk rasa, para pendemo juga membawa beberapa spanduk yang bertuliskan ‘9 bahan pokok mahal Jokowi Gagal’. (eko)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR