Polres Nunukan Sigab dan Siaga, Antisipasi Masuknya Militan ISIS Dari Marawi

Kompi 3 Batalion C Pelopor Brimob Daerah Kalimantan Timur di Kabupaten Nunukan sjap antisipasi masuknya Militan ISIS dari Merawi

Operasi terhadap Militer ISIS di Merawi yang dilancarkan Pemerintah Philipina sejak 25 Mei 2017 untuk mengambil alih kembali Kota Marawi, membuat Militan bersenjata Maute kian terdesak. Militan yang berafilasi dengan ISIS tersebut kini mulai menjadikan warga sipil sebagai sandera dan perisai hidup. Hingga sampai saat ini, sedikitnya sudah ada 100 orang yang tewas (20 diantaranya Tentara Philipina) dalam Operasi Militer tersebut. Kita tentu harus waspadai dampak dari keadaan tersebut. Untuk itu, antisipasi masuknya militan ISIS dari Marawi ke indonesia, harus dilakukan.

Kejadian di Marawi hingga kini telah menjadi perhatian berbagai pihak dan tak terkecuali Polres Nunukan yang menganggap peristiwa di Selatan Philipina sebagai lonceng siaga di Perbatasan. Kapolres Nunukan AKBP Jefri Yuniardi SIK, kepada awak media, Kamis (1/6/2017) menuturkan bahwa, jarak Kalimantan Utara dengan wilayah konflik di Marawi dapat ditempuh hanya dalam waktu sekitar delapan jam.  Sehingga hal ini memungkinkan keluarnya pasukan militan pemberontak Maute dari Marawi dan menjadikan Nunukan-Tarakan tempat pelarian.

“Karena itupula pimpinan Polri mengambil langkah-langkah menempatkan personel untuk melakukan pengamanan di jalur pintu-pintu perbatasan yang menjadi tempat keluar masuknya orang dan barang melalui Indonesia- Filipina maupun sebaliknya,” tegas Jefri

Kapolres Nunukan AKBP Jefri Yuniardi SIK, (Eddy Santy)Kapolres Nunukan AKBP Jefri Yuniardi SIK, (Eddy Santy)

Dan benruk dari sigab dan siaganya Polri dalam mengantisipasi hal tesebut, pada hari Kamis (1/6/2017) kemarin, 1 regu personel dari Kompi 3 Batalion C Pelopor Brimob Daerah Kalimantan Timur di Kabupaten Nunukan, diberangkatkan ke Pulau Sebatik yang merupakan salah satu wilayah terdepan dari sekian wilayah perbatasan dengan negara tetangga  yang ada di Kabupaten Nunukan.

Disamping sebagai antisipasi masuknya militan ISIS dari Marawi ke Kalimantan Utara,Jefri mengungkapkan bahwa keberadaan personil Brimob di pulau jalur Perbatasan diSebatik juga sebagai wujud silaturahim serta untuk menciptakan rasa aman kepada masyarakat.

“Dengan menempatkan personel Brimob di jalur perbatasan Pulau Sebatik yang berbatasan dengan Malaysia, selain sebagai antisipasi kaluar masuknya pihak-pihak yang ditengarai terkait Militan ISIS, juga diharapkan pula warga setempat merasa aman,” pungkasnya.

Terpisah, Komandan Kompi 3 Batalion C Pelopor Brimob Daerah Kalimantan Timur di Kabupaten Nunukan, Iptu Awet Santoso, kepada IndeksBerita.com, Jumat (2/5/2017) mengungkapkan bahwa kesepuluh personil Brimob yang dikirim ke Pulau Sebatik tersebut nantinya akan melakukan pengamanan bersama-sama dengan TNI.Komandan Kompi 3 Batalion C Pelopor Brimob Daerah Kalimantan Timur di Kabupaten Nunukan, Iptu Awet SantosoKomandan Kompi 3 Batalion C Pelopor Brimob Daerah Kalimantan Timur di Kabupaten Nunukan, Iptu Awet Santoso

“Karena permasalahan Terorisme sudah merupakan kejahatan terhadap NKRI, maka tentunya semua unsur akan terlibat dalam menjaga kedaulatan negara,” paparnoya.

Terkait kenapa baru 1 regu yang dikirim ke Pulau Sebatik, Awet menuturkan bahwa penugasan tersebut adalah tahap permulaan. Jumlah pasukan yang akan ditempatkan di Pulau Sebatik, bisa saja bertambah sesuai situasi.

“Kalau situasi dan kondisi memang harus menambah pasukan, pasti kita akan tambah. Dan tentunya atas instruksi dari Kapolda melalui Kapolres. Pada intinya, demi NKRI,kami siap ditempatkan dimana dan kapan saja,” pungkas Awet.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR