PPP Nunukan Peduli Dampak Corona, Serahkan Bantuan Beras di Rusunawa

Imbas dari virus Corona tak hanya mengakibatkan kerugian orang – orang yang dijangkitinya namun perekonomian masyarakat juga terpuruk. Apalagi pasca ditetapkanya physical distancing sebagai bentuk perang terhadap Covid – 19.

Salah satu dari pihak yang harus menanggung kerugian akibat wabah ini adalah keluarga dari para Peserta Jamaah Tabliq pasca mereka mengikuti agenda acara Ijtima’ Ulama sedunia di Gowa, Makassar beberapa waktu lalu. Pasalnya, setelah 4 orang dari mereka dinyatakan positif mengidap virus Corona, mereka yang berjumlah 51 orang itu harus menjalani karantina di Rusunawa, Nunukan.

Sejak suami dan ayah mereka menjalani Karantina, otomatis beban perekonomian harus ditanggung oleh keluarga. Imbas Physical Distance yang menyerukan pembatasan berinteraksi fisik juga menjadi penyebab kurang berjalanya roda perekonomian dalam skala nasional terutama di Nunukan.

Menyikapi hal tersebut, berbagai pihak saling berkalaborasi dalam solidaritas untuk meringankan beban sesama. Salah satu diantaranya adalah Dewan Pimpinan Cabang ( DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Nunukan yang melakukan penggalangan dana di internal kadernya dan didistribusikan kepada mereka yang terdampak virus Corona diantanya keluarga para jamaah tabligh di Rusunawa tersebut

” Setelah ayah dan suami mereka menjalani Karantina, maka mau tak mau anak istri dirumah yang harus menanggung imbas terutama ekonomi. Maka kami secara spontan menggalang dana yang Alhamdulillah dapat kami salurkan kepada saudara – saudara kita termasuk keluarga di Rusunawa ini,” ungkap Ketua DPC PPP Nunukan, Andi Mutamir saat mengerahkan 50 sak Beras kepada keluarga jamaath tablig di Rusunawa, Nunuakan, Kalimantan Utara, Senin (6/4/2020).

Andi mengungkapkan, Dewan Pimpinan Pusat partainya memang telah menginstruksikan seluruh pengurus di seluruh Indonesia untuk melakukan aksi kepedulian terhadap dampak corona. Namun Andi menyatakan bahwa sekalipun tak ada instruksi dari PPP sekalipun, solidaritas dalam memikul beban akibat bencana adalah kewajiban bersama.

“DPP memang memerintahkan selauruh kader dan simpatisan di seluruh Indonesia melakukan aksi kemanusiaan terkait Corona ini. Tapi bagi kami, ada dan tidaknya perintah dari DPP, aksi kemanusiaan tetap wajib kita lakukan,” tegasnya

Lebih lanjut pria yang juga menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nunukan tersebut menilai bahwa pademy dari coron telah meluluh lantakkan sendi – sendi perekonomian masyarakat. Sehingga kegotong royongan dalam mengawasi, memcegah, menanggulangi hingga mengatasi dampak yang ditimbulkannya adalah beban bersama.

Terkait aksi sosial yang dilakukanya di Rusunawa tersebut, Andi meminta jangan dilihat dari jumlah maupun nominal namun ia mengajak masyarakat agar turut berpartisipasi dalam berbagi. Perbedaan pola pandang terutama dalam pilihan jalan politik hendaknya dapat ditinggalkan dalam situasi seperti saat ini.

Andi juga mengingatkan, bahwa walau secara sains Covid – 19 adalah persoalan medis, namun Corona Virus adalah jalan sarana yang diberitak Tuhan agar semua umat manusia instrospeksi. Untuk itu Andi mengecam pihak manapun yang menjadikan pademy Corona sebagai sarana pembenaran diri dengan menyakahka pihak lainya.

“Bagi saya , turunya Corona ini adalah pelajaran sangat berharga. Bagaimana kita ahirnya kembali dengan sikap menjaga kebersihan dan yang paling penting adalah bagaiman kita dapat meninggalkan segala perbedaan untuk bersatu menanggulangi 1 hal yakni Corona,’ pungkasnya.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR