Ini PR Risma di Surabaya, yang Membuatnya Menolak Tawaran Sebagai Cawagub Jawa Timur

Pasca mundurnya Azwar Anas (Anas) sebagai calon wakil gubernur (Cawagub) Jawa Timur mendampingi Syaifulah Yusuf, PDIP sampai saat ini belum mendapatkan penggantinya. Nama Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) dipandang sebagai calon kuat pengganti Anas, tetapi dalam pertemuan dengan DPP PDIP, Risma menolak, dengan alasan ingin menyelesaikan tugasnya di Surabaya. Apa saja PR Risma di Surabaya, menarik untuk didalami.

Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Kusnadi mengatakan, ada tiga nama yang sekompeten dengan Anas. Tiga nama yang disebutkan Kusnadi adalah Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Bupati Ngawi Budi Sulistyono yang biasa disapa Kanang, dan mantan Calon Wakil Gubernur Jawa Timur 2013 Said Abdullah.

Dari tiga nama yang disebutkan, Kusnadi menyatakan Risma yang paling berpeluang. Alasannya, merujuk dari berbagai survei, elektabilitas Risma mengalahkan Anas. “Ini kalau masyarakat Surabaya rela melepas Risma, kalau tidak ya nggak papa,“ kata Kusnadi di kantor DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Sabtu (7/1/2018).

Sebelumnya, sejumlah masyarakat Kota Surabaya yang menamakan diri Forum Relawan Saya Surabaya dan Pusura menolak, jika Risma menggantikan Azwar Anas. Sebab menurut mereka, Risma dinilai masih mempunyai tanggung jawab terhadap Kota Surabaya, dari agenda politik dan janji politik ketika mencalonkan diri sebagai calon wali Kota Surabaya 2015.

“Kami forum relawan menolak Risma dilibatkan dalam pilgub Jawa Timur. Karena beliau belum menyelesaikan dan banyak agenda politik serta janji politik, salah satunya pendidikan gratis, yang sampai saat ini masih belum selesai,” kata Humas Forum Relawan Saya Surabaya Imam Budi Utomo saat menggelar aksi di depan pintu masuk Balai Kota Surabaya, Jumat (5/1/2018).

Alasan lain penolakan pencalonan Risma, Imam mengatakan massa menganggap masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan Risma. “Kami tidak ingin agenda Risma terganggu, jangan sampai pembangunan bisa buyar,” ujar Imam.

Sementara itu Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menegaskan, bahwa dirinya tidak akan turun di Pilgub Jawa Timur. Ia mengatakan, akan fokus hingga masa jabatan sebagai walikota Surabaya berakhir.

“Saya sudah sampaikan ke ibu (Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri) sejak awal. Terus keluar Gus Ipul-Anas. Saya sudah sampaikan ke beliaunya tetap ingin bertahan,” kata Risma, setelah menemui mantan Gubernur DKI Jakarta dari PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat.

Risma juga menyampaikan, beberapa pekerjaan yang masih menjadi tanggung jawabnya sebagai Wali Kota Surabaya, saat libur dan cuti pun, ia tidak mau meninggalkan tugas. “Wong saya libur saja kerja,” tegas Risma.

 

(Kontributor Muh. Doffir)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR