Produktivitas Padi Kabupaten Bantaeng Capai 9,4 ton/ha Tertinggi dalam Sejarah

Produktivitas padi di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan pada musim panen Maret-April 2016 mencapai 9,4 ton gabah per hektar, tertinggi dalam 10 tahun terakhir, hal ini dinyatakan pada saat Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman melakukan serangkaian kegiatan Panen dan Serap Gabah di Desa Rappoa, Kecamatan Pa’jukkukang, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan (29/4).

Menteri yang Didampingi oleh Pangdam VII Wirabuana Mayjen Agus Surya Bakti dan Bupati Kabupaten Bantaeng M Nurdin Abdullah, melakukan panen di lahan seluas 230 ha.

Keberhasilan petani di Kabupaten Bantaeng dalam mencapai angka produktivitas yang tinggi diapresiasi oleh Mentan. Untuk mengantisipasi anjloknya harga saat panen raya, Mentan meminta Bulog utuk membeli seluruh gabah yang ada di Kabupaten Bantaeng dengan harga yang wajar.

“Saya minta Bulog jangan beli gabah petani di Kabupaten Bantaeng di bawah Rp.3.700,” tegas Mentan.

Dalam kunjungannya Mentan juga memberikan bantuan pompa sebanyak 20 unit untuk membantu petani mencukupi pasokan air dari sungai dalam memenuhi kebutuhan air untuk lahan seluas 1.000 ha.

Melalui Gerakan Panen Serap Gabah Harga Stabil, Kementan, TNI, Pemerintah Daerah, dan Bulog bekerjasama menggerakkan aparat, penyuluh dan petani untuk mengantisipasi anjloknya harga gabah di tingkat petani saat panen raya. Di Sulawesi Selatan, Gerakan Panen Serap Gabah Harga Stabil telah dimulai sejak awal musim panen bulan Maret lalu, yang dipusatkan di Kabupaten Takalar dengan inti acara pembelian Gabah oleh Bulog dari petani. Luas wilayah lahan untuk tanaman padi di Kabupaten Banteng sendiri adalah 7.829 ha.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Kabupaten Bantaeng Nurdin Abdullah mengatakan bahwa pihaknya berterimakasih atas bantuan dan pendampingan yang selama ini telah diberikan oleh Kementerian Pertanian kepada Kabupaten Bantaeng.

“Kami telah menerima bantuan seperti alat mesin pertanian (alsintan), benih, dan pupuk yang telah terbukti membantu meningkatkan kesejahteraan petani. Ini adalah bukti keberpihakan pemerintah terhadap petani,” tambahnya.

Tahun 2015, pemerintah melalui program upaya khusus (UPSUS) peningkatan produksi PJK (padi, jagung dan kedelai), telah mengucurkan bantuan alsintan kepada Kabupaten Bantaeng berupa vertical dryer sebanyak 3 unit, hand tractor 15 unit, pompa air 15 unit, dan corn sheller 10 unit. Sedangkan untuk tahun 2016, bantuan yang dialokasikan adalah combine harvester sebanyak 9 unit, corn sheller sebanyak 28 unit, power thresher multiguna sebanyak 48 unit.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR