Program Dokter Terbang Layani Ratusan Pasien di Padalaman Kaltara

Keterangan foto: salah satu dokter sedang melayani pasien dalam program Dokter Terbang di Nunukan.

Pelayanan kesehatan melalui program Dokter Terbang yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) terus bergulir. Terkini, program yang merupakan gagasan langsung Gubernur Kaltara Irianto Lambrie itu, digelar di Desa Long Berang, Kecamatan Mentarang Hulu, Kabupaten Malinau.

Diketahui selama 3 hari pada ahir Agustus lalu, program inovasi pelayanan kesehatan ini, mampu melayani ratusan pasien. Pada layanan tersebut, Pemprov melalui Dinas Kesehatan melibatkan beberapa dokter dan perawat. Termasuk dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis anak.

Untuk diketahui, Desa Long Berang termasuk salah satu desa terpencil di Kaltara. Menuju ke Long Berang, tim menggunakan pilihan jalur sungai. Perjalanan ditempuh sekitar 7 jam dari ibukota kabupaten (Malinau Kota). Lokasi pelayanan adalah Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Desa Long Berang.
“Untuk memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal, termasuk hingga ke pelosok sekalipun akan dilakukan. Saya atas nama warga Kaltara mengapresiasi dan berterima kasih atas kegigihan dan perjuangan juga integritas yang ditunjukkan oleh tim dokter yang terlibat,” tutur Irianto kepada indeksberita.com , Senin (9/9/2019).

Menurut Irianto hingga pelayanan selesai, sebanyak 134 pasien berhasil dilayani program layanan kesehatan bermetode jemput bola tersebut. Rinciannya, 56 pasien anak dan 78 pasien dewasa.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kaltara Usman mengungkapkan bahwa pasien yang dilayani Dokter Terbang tak hanya dari Long Berang saka akan tetapi juga dari Desa-Desa disekitarnya Seperti Desa Long Sulit, Long Simau, Long Mekatip, Lung Barang (Mentarang Hulu) dan lainnya.
Usman juga menjelaskan, sejak 2014 hingga Agustus 2019, Dokter Terbang sudah melayani sebanyak 8.835 pasien dari wilayah daerah tertinggal, perbatasan dan Kepulauan Terluar (DTPK).

“Dari kurun waktu program ini dicanangkan, ribuan pasien di Pedalaman sudah dilayani,” ungkapnya.

Jadi Perhatian Khusus

Baru-baru ini, bertempat di Kampus Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Pejompongan, Gubernur Kaltara menjadi mentor pada Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan (Diklatpim) Tingkat I Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltara H Suriansyah. Sebagai mentor, Gubernur tentu mengapresiasi proyek perubahan (Proper) yang disajikan. Proper dengan judul

“Strategi Kaltara Sehat Melalui Optimmalisasi Layanan Dokter Terbang di Daerah Terpencil, Perbatasan dan Kepulauan di Provinsi Kalimantan Utara” kata Irianto.

Dikatakannya, Kaltara memiliki wilayah yang cukup luas, sehingga perlu dilakukan terobosan untuk mempercepat akses pelayanan kesehatan terhadap masyarakat DTPK. “Upaya pelayanan kesehatan DTPK di Kaltara sangat mendapat perhatian khusus. Salah satunya melalui program dokter terbang yang sudah kita jalankan sejak 2014 lalu ini,” ucapnya.

Terpenuhinya layanan kesehatan bermutu di DTPK juga akan turut mengkonsolidasi persatuan nasional dan menjaga keutuhan NKRI. Pasalnya, jika pelayanan kesehatan terlihat timpang, maka akan timbul keinginan masyarakat untuk mendapatkan layanan kesehatan yang layak dari negara tetangga.

“Untuk itu, hak masyarakat perbatasan dan pedalaman agar mendapatkan layanan kesehatan harus terpenuhi,” jelas Irianto.

Seperti diketahui, Kaltara memiliki 56 Puskesmas yang tersebar di 5 kabupaten/kota. Namun, pelayanan di Puskesmas hanya pada tingkat dokter umum, padahal ada beberapa penyakit yang semestinya menjadi kompetensi doktet spesialis atau tindakan medik spesialistik. Karena itu selayaknya, masyarakat di DTPK juga bisa mendapatkan pelayanan kesehatan dari dokter spesialis untuk penyakit-penyakit tertentu.

Dengan begitu, pelayanan kesehatan di DTPK dapat berjalan optimal serta memenuhi Nawacita ke-5 Presiden Joko Widodo. Program Dokter Terbang merupakan pelayanan kesehatan untuk daerah DTPK yang kesulitan akses mendapatkan pelayanan kesehatan.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR