Program ‘Walikota Menginap’ Cuma Operasi Cari Simpati?

Bima Arya saat mengunjungi rumah warga di Bubulak pada program Walikota Menginap. baru-baru ini. (Foto : ist)

BOGOR – Walikota Menginap. Itu program baru Kepala Daerah Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto yang dikenalkan kepada masyarakat. Wilayah RW 11 Kelurahan Bubulak, Kecamatan Bogor Barat menjadi tempat perdana Bima berkunjung didampingi sejumlah kepala dinas, baru-baru ini. Di lokasi tersebut, digelar kegiatan malam ngaliwet bareng antara walikota bersama jajaran aparatur dan warga setempat.

Kegiatan itu, juga diawali Bima dengan langsung mendatangi dua Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di wilayah itu. Dilanjutkan kemudian melakukan dialog dengan warga, untuk mendengarkan dan menerima langsung sejumlah aspirasi dan keluhan warga seperti yang sudah dilakukan dalam kegiatan “Ngantor di Kelurahan.”

“Makanya, mumpung di sini ada Pak Wali kita mohon supaya kiranya apa yang menjadi keinginan dan harapan kami  dapat dibantu untuk direalisasikan,” kata seorang kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) curhat soal masih adanya beberapa RW yang belum memiliki posyandu permanen sebagaimana dikutip indeksberita.com.

Menanggapi aspirasi seperti itu, Bima menyatakan akan segera meresponnya dengan cepat.

“Oleh karena itu, sengaja saya ajak beberapa kepala dinas ini untuk menindak lanjuti keluhan-keluhan warga ini,” ujarnya.

Terpisah, aktivis Aliansi Masyarakat Penyelamat Bogor (AMPB), Asep Rendra menanggapi manuver Bima Arya tersebut sebagai upaya operasi simpati karena dirinya tengah menjadi sorotan negatif terkait kasus pembebasan lahan Jambu Dua.

“Kenapa program Walikota Menginap itu tidak dimulai saat Bima Arya menjabat sebagai kepala daerah? Kenapa Bima getol lakukan komunikasi massa saat dirinya tersorot kasus ‘pleger’ sebagaimana yang disinyalkan ketua majelis hakim Pengadilan Negeri Tipikor Bandung? Itu semua cuma operasi simpatik sesaat,” ketusnya.

Kembali dikatakannya, program Bima Arya tersebut tidak beda saat dia menggagas Senin Bersepeda yang hanya bertahan tidak sampai dua bulan, sewaktu dicanangkan pada November 2014 lalu.

“Lihat saja, program tersebut tidak akan berkelanjutan seperti yang sudah-sudah,” tutup Asep.

Sekedar diketahui, jelang penghujung 2014 lalu, Walikota Bogor Bima Arya pernah mengeluarkan kebijakan sehari tanpa kendaraan pribadi untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Larangan tersebut, diberlakukan pada setiap hari Senin. Semua PNS di Pemkot Bogor, dilarang membawa kendaraan pribadi baik roda empat maupun roda dua, menuju ke tempat kerjanya masing-masing. Tapi, sayangnya kebijakan tersebut tidak berlanjut. Hingga saat ini, pencanangan ‘Senin Bersepeda’ itu pun tidak lagi berlaku. (eko)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR