Promosi Anak Try Sutrisno

Putera Jenderal Purn Try Sutrisno, yaitu Kol Inf Kunto Arief Wibowo (Akmil 1992), baru saja diangkat sebagai Danrem 044/Garuda Dempo (Palembang), tepatnya pada 7 Mei  2016.  Dengan promosi ini Kolonel Kunto menjadi lulusan Akmil 1992 pertama yang menjadi Danrem. Sementara untuk Akmil 1991 (senior Kunto), yang menjadi Danrem juga masih dalam hitungan jari. Beberapa bisa disebut antara lain Kol Inf Teguh Pujo Rumekso (Danrem Abepura, lulusan terbaik Akmil 1991), Kol Inf Saleh Mustafa (Danrem Palu), dan Kol Inf Tandyo Budi (Danrem Pare-pare). Artinya, dibanding teman-teman seangkatannya, Kunto memperoleh promosi yang cepat.

Karir Kunto seolah mengikuti jejak kakak iparnya (Jenderal Purn Ryamizard), yang dulu juga sempat menjadi Danrem Palembang. Setelah sejenak menjadi Danrem Palembang (tidak sampai setahun), Ryamizard dipromosikan dalam posisi brigjen, sebagai Kepala Staf Divisi Infanteri di Kostrad. Kemungkinan Kunto juga akan seperti itu, sebentar menjabat Danrem Palembang, lalu dipromosikan dalam pos brigjen.

Fenomena naiknya Kol Inf Kunto Arief juga berlaku bagi May Inf Agus Harimurti Yudhoyono (lulusan terbaik Akmil 2000), sebagai lulusan pertama di angkatannya yang menjadi Danyon. Sekadar tambahan informasi, Mayor Agus saat ini menjadi Danyon 203/Mekanis di Tangerang.

Efek Promosi Tito Karnavian

Ketika Mayjen Andika Perkasa (Akmil 1987) diangkat sebagai Pangdam XII/Tanjungpura, publik secara otomatis menghubungkan promosinya ini dengan figur mertuanya, yaitu Jenderal TNI Purn A.M. Hendropriyono, yang masuk dalam “ring 1”  pemerintahan Jokowi sekarang.

Meski publik paham, bahwa percepatan karir Andika Perkasa  tidak bisa dilepaskan dari bayang-bayang Hendro, namun promosi Andika sebagai Pangdam Tanjungpura tetap saja sebuah surprised.

Posisi sebagai Pangdam Tanjungpura kemungkinan hanya posisi singgah untuk kemudian mendapat posisi yang lebih strategis, seperti Pangdam Siliwangi (Bandung) atau Pangdam Jaya (Jakarta).

Selama ini memang posisi Pangdam Tanjungpura sering menjadi transit, seperti Mayjen Moeldoko dulu, sebelum diangkat sebagai Pangdam Siliwangi (2011).

Dengan diangkatnya sebagai Pangdam, capaian Andika lebih tinggi dibanding Mayjen M Herindra (Danjen Kopassus, lulusan terbaik Akmil 1987). Dengan diangkatnya Andika, promosi Mayjen Herindra dalam posisi Pangdam (kemungkinan Pangdam Siliwangi), tinggal menunggu waktu.

Pengangkatan Komjen Tito Karnavian (lulusan terbaik Akpol 1987) sebagai Kapolri, tentu saja memberi efek di matra yang lain, khususnya di Angkatan Darat. Diperkirakan juga akan terjadi percepatan karir pada perwira TNI AD, sebagaimana sudah ditunjukkan oleh Kolonel Kunto Arief dan Mayjen Andika Perkasa.

Sebetulnya untuk lulusan Akmil 1987, sudah ada yang lebih dulu diangkat sebagai Pangdam, yaitu Mayjen Kustanto Widiatmoko, yang pada awal Mei lalu sudah dilantik sebagai Pangdam IX/Udayana (Bali).

Kustanto pula yang pertama kali memperoleh pangkat Brigjen dari Akmil 1987, saat diangkat sebagai Sekretaris Pribadi Presiden SBY (akhir 2011).

Dari informasi terakhir, baru saja diperoleh kabar promosi  dua perwira lulusan Akmil 1987, yaitu Brigjen TNI Benny Susianto  (sebagai Pangdivif-2 Kostrad), dan Brigjen TNI  A.M. Putranto (menjadi Pangdivif-1Kostrad).

Dalam posisi baru ini, pangkat mereka akan naik menjadi mayjen. Sedikit tambahan informasi, AM Putranto saat masih Danrem Bogor (dengan pangkat kolonel) memimpin evakuasi tiada lelah bersama jajarannya, atas musibah pesawat (transport) Sukhoi yang menabrak Gunung Salak, pada Mei 2012 lalu.

BAGIKAN

4 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR