PSI Pertanyakan Kader-Kader “Partai Allah” Yang Dicokok KPK

Wasekjen PSI Danik Eka Rahmaningtyas. Salah satu yang mempertanyakan penggolongan Amin Rais, yang membagi partai menjadi dua, Partai Allah dan Partai Setan (dokumen)

Pernyataan Ketua Penasihat Persaudaraan Alumni 212 Amien Rais yang mendikotomikan partai-partai politik di Indonesia jadi dua kutub yakni Partai Setan dan partai Allah, dalam tausiyahnya usai mengikuti Gerakan Indonesia Salat Subuh berjemaah di Masjid Baiturrahim, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Jumat (13/4/2018) pagi, terus mendapat tanggapan dari berbagai pihak. Salah satunya Partai Solidaritas Indonesia (PSI), melalui Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PSI, Danik Eka Rahmaningtias, PSI mempertanyakan jika ada kader partai, yg justru masuk dalam katagori Partai Allah, dicokok KPK karema korupsi.

Danik mengharapkan agar tokoh reformasi yang juga mantan Ketua MPR Amien Rais, menyampaikan petuah-petuah yang menyejukkan bagi masyarakat. Pasalnya, Amien merupakan tokoh bangsa yang juga tokoh reformasi dan mantan ketua MPR.

“Sebagai tokoh sepuh bangsa, kami merindukan petuah sejuk dari mantan Ketua MPR dan tokoh reformasi tersebut,” kata Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PSI, Danik Eka Rahmaningtias menanggapi pernyataan Amien Rais soal “partai Allah” dan “partai setan”, dalam keterangan tertulisnya kepada indeksberita.com di Jakarta, Sabtu (14/4/2018).

Danik meyakini bahwa semua partai pasti berniat berjuang untuk kebaikan bangsa dengan ideologi dan strategi yang tentu saja berbeda-beda. Untuk itu mendikotomikan partai – partai yang ada sebagai partai Allah dan partai setan adalah pernyataan yang sangat jauh dari sikap bijak.

“Sangat tidak bijak untuk mengkategorikan partai Allah dan partai Setan. Siapa yang tentukan, dan apa pembuktiannya?,” tandas Danik.

Mantan Ketum PP Ikatan Pelajar Muhammadiyah ini juga bertanya-tanya, dari mana Amien Rais mengatakan gerakan ganti presiden yang terjadi di daerah, dikehendaki oleh Allah.

“Sekali lagi, kami mengharapkan petuah yang sejuk dan bijak dari tokoh reformasi,” ujarnya.

Lebih lanjut, bila politikus senior PAN itu bersikukuh mengkategorikan partai tertentu sebagai partai Allah, maka ia menilai hal tersebut sangat melawan logika rakyat Indonesia. Terlebih bila menilik mantan Presiden PKS dan Gubernur Jambi dari PAN, keduanya bisa sampai berurusan dengan KPK.

“Satu sudah terpidana, satu lagi ditahan menunggu persidangan. Atau mungkin ini sebaliknya Pak Amien, bahwa yang Kuasa ingin tunjukkan watak asli partai-partai ini?” kata Danik.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR