PT Inalum Akan Bangun Klaster Industri Aluminium Di Kaltara

Keterangan foto: Penandatanganan Nota kesepakatan PT Inalum dengan Pemprov Kaltara dalam kerjasama pembangunan Klaster Industri Aluminium di Kaltara

Provinsi Kalimantan Utara memiliki potensi sumber daya berupa air yang melimpah. Tak hanya untuk irigasi namun juga sangat berpotensi sebagai pembangkit tenaga listrik. Hal ini membuat PT Inalum yang diketahui membutuhkan pasokan listrik yang besar untuk melakukan ekspansi pengembangan Klaster Industri Aluminium tertarik untuk memanfaatkan potensi sumber daya alam tersebut.

Sebagai bukti simbiosis mutualisme, PT Inalum (Persero) dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) meneken nota kesepakatan proyek Pembangunan Klaster Industri Aluminium di provinsi Kaltara.

Penandatanganan kesepakatan itu dihadiri Direktur Pelaksana PT Inalum Oggy A. Kosasih dan Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie. Diketahui, Kaltara memiliki potensi sumber daya air melimpah yang potensial bagi pembangunan pembangkit listrik tenaga air (PLTA).

Dalam nota kesepakatan tersebut, Kalimantan Utara akan menyediakan izin sekaligus sarana dan prasarana pendukung operasional yang diperlukan. Selain itu, pihaknya juga mempersiapkan kebutuhan infrastruktur vital seperti listrik dan pelabuhan.

Direktur Pelaksana PT Inalum Oggy A. Kosasih, dalam rilis yang diterima indeksberita.com Rabu (17/7/2019) menuturkan , dengan potensi di provinsi termuda di Indonesia tersebut, pihaknya sangat optimis akan mampu menambah kapasitas sampai 1,5 juta ton.

“Inalum mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara yang sudah bersinergi mendukung rencana ekspansi pabrik peleburan aluminium dan industri hilirnya. Dengan potensi di Kaltara, kami optimistis dapat menambah kapasitas sampai 1,5 juta ton,” ujar Oggy.

Lebih lanjut Oggy menjelaskan, bertambahnya kapasitas aluminium smelter secara langsung dapat memenuhi kebutuhan domestik sebagai substitusi impor yang berdampak pada penghematan devisa.

Sementara itu Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie berharap investasi tersebut akan mampu mendorong pembangunan daerah dan pertumbuhan ekonomi, terbukanya lapangan pekerjaan dan meningkatkan perputaran ekonomi yang positif yang berujung pada kemakmuran Kalimantan Utara. Untuk itu, Irianto menyatakan pihaknya akan maksimal dalam mengupayakan sarana penunjang atas kerjasama tersebut.

“Kami juga akan mengusahakan pembangunan fasilitas yang diperlukan untuk pembangunan proyek Klaster Industri Aluminium ini terutama ketersediaan listrik, lahan, dan pelabuhan. Oleh karena itu, kami akan membuka networking dan keran investasi di Kalimantan Utara untuk proyek ini,” ujar Irianto.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR