Puasa Terlama di Dunia: Greenland, Selama Lebih Dari 21 jam

Ilustrasi Masjid Kristal Malaysia

Hari ini, Kamis 17 Mei 2018 Umat Islam di muka bumi serentak mulai menunaikan rangkaian ibadah bulan suci Ramadhan 1439 Hijriah. Di bulan ramadhan umat muslim melaksanakan ivadh puasa, sholat tharawih dan amalan lainya.  Berapa lama kah orang berpuasa setiap harinya? Dimanakah tempat dimana puasa terlama di dunia?

Tak sedikit orang yang menganggap bahwa lama dalam menjalankan ibadah puasa dalam setiap negara adalah sama waktu dengan negara lainya. Padahal posisi garis khatulistiwa berpengaruh pada pelaksanaan puasa.

Untuk Ramadhan 1439 Hijriyah (2018 Masehi)ini, Laman Gulf News membuat daftar waktu puasa terlama dan terpendek di seluruh dunia.

Tahun ini, rata-rata umat islam dinegara-negara yang dilewati garis khatulistiwa seperti Indonesia, Arab Saudi, India, dan Pakistan, puasa berjalan antara 15 sampai 16 jam. Sementara di negara-negara di belahan bumi utara memiliki waktu puasa sangat panjang mencapai 21 jam.

Negara dengan durasi puasa terlama yaitu Greenland selama 21 jam 2 menit. Kemudian Islandia selama 21 jam, Finlandia 19 jam 56 menit, dan Norwegia 19 jam 48 menit. Umat Islam. Saat puasa diwajibkan menahan lapar dan haus serta mengendalikan hawa nafsu dari fajar hingga tenggelamnya matahari. Bisa dibayangkan betapa beratnya mereka yang berpuasa yang tinggal di daerah tersebut.

Sedangkan negara dengan waktu puasa terpendek yaitu Argentina selama 11 jam 32 menit, disusul Sidney, Australia selama 11 jam 35 menit. Di Eropa, jam puasa kurang lebih sama dengan tahun lalu. Muslim di Inggris berpuasa dengan waktu 18 jam 34 menit.

Umat islam yang tinggal di kawasan utara Kanada juga tak kalah berat tantanganya dalam menjalankan puasa Ramadhan kali ini. Pasalnya,setiap hari matahari selalu muncul dan tidak pernah terbenam sehingga tidak ada malam diwilayah tersebut.

Di sebagian besar kota Norwegia, tidak ada indikasi awal dan akhir waktu buka puasa karena matahari ada di tengah malam. Fenomena alam ini terjadi antara pertengahan Juni dan Juli. Menyikapi hal tersebut, para Ulama menyarankan agar umat islam di wilayah itu agar menjalankan puasa sebagaimana waktu yg dijalankan di Kota Makah.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR