Puncak Musim Hujan, BPDB Bogor Imbau Warga Waspada Longsor

BOGOR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Kota Bogor, mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah bantaran sungai dan tebingan untuk siaga terhadap bencana alam yang sewaktu-waktu dapat terjadi terutama pada saat puncak musim hujan saat ini. Sebab, hujan yang tiap hari mengguyur Kota Bogor belakangan ini berakibat longsor di sejumlah tempat.

Terkini, Selasa (21/02/2017), longsor terjadi di jalan penghubung di Kampung Mandala RT 01/09, Kelurahan Ciparigi, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor. Longsor dii jalan penghubung tersebut karena debit air sungai bertambah sehingga saluran air tidak mampu menampung dan akhirnya air meluap ke jalan.

“Kami terus mengimbau masyarakat Kota Bogor khususnya yang bertempat tinggal di daerah tebingan, daerah aliran sungai, untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaannya selama musim hujan,” kata Ganjar kepada indeksberita.com, Rabu (22/2/2017).

Dampak dari hujan yang tidak henti-hentinya, membuat sejumlah tempat di Kota Bogor pun terkena longsor. Bencana alam terjadi di Kelurahan Tegalega, RT 01/RW 07 Kecamatan Bogor Tengah. Longsor mengancam rumah kontrakan milik Handan yang dihuni satu kepala keluarga dengan lima jiwa.

Di Kampung Cipinang, Kelurahan Balumbang Jaya, Kecamatan Bogor Barat, tebing setinggi 15 meter mabrol. Di lokasi berbeda, dinding kamar Haerudin warga Gang Muha, Kelurahan Menteng, Kecamatan Bogor Barat ambruk karena tidak kuat menahan beban air karena kondisi rumah berada ditempat yang lebih rendah.

Peristiwa rumah ambruk bagian kamar di Kampung Gudang, Kelurahan Gudang, Kecamatan Bogor Tengah. Luas kamar 3×2 meter. Pemilik rumah atas nama Atma dihuni oleh tiga jiwa.

“Selanjutnya, sebuah rumah ambruk tertimpa pohon di Kampung Rambay Kelurahan Ciluar, Kecamatan Bogor Utara. Pada tempat berbeda, longsor tanah merusak akses jalan warga di Kelurahan Cilendek Barak, Kecamatan Bogor Barat. Kejadian yang sama terjadi dibelakang rumah Suharto Kelurahan Semplak, Kecamatan Bogor Barat,” tutur Ganjar.

Selain itu, talud setinggi 4 meter dengan panjang 15 meter di bantaran Sungai Susukan Tengah, Kampung Tajur, Kelurahan Pakuan, Kecamatan Bogor Selatan rubuh. Longsor tebingan juga mengancam lima rumah warga di Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Bogor Barat.

“Sementara, genangan air setinggi 30 meter di wilayah Bubulak, Kecamatan Bogor Barat,”ujarnya.

Pada tahun 2016 sebelumnya, Kota Bogor terindikasi rawan bencana longsor yakni sebanyak 49 kali, sementara banjir 40 kali. Sedangkan pada Februari ini, tecatat 35 bencana, 19 diantaranya longsor serta tujuh bangunan roboh dan enam kali banjir. (eko)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR