Raiya Band, Siap Menggoda Kuping Para Millenial

Raiya Band, band pop rock dengan sentuhan British (Budi Ace)

Menjadi anak band era “kolonial” (old school), sangat berbeda dengan anak band di jaman kekinian (zaman now), khususnya dalam pola pemasarannya. Hal tersebut dinyatakan oleh Santos, vocalis Raiya Band, band yang memilih warna musik beraroma Pop Rock denan sentuhan British.

“Kami memasarkan tiga single dalam kurun waktu setahun pada sejumlah agregator, yang dijual secara digital, dan promo video klipnya melalu youtube,” terang Santos.

Raiya Band, yang dimotori oleh Santos yang juga adalah pencipta lagu, menawarkan 3 single yang dirilis bertahap itu (sebelum mengeluarkan album), bertajuk ‘Rindu’, ‘Maafkanlah’, serta tembang ‘Dan Bila’.

“Saya menulis lirik lagu-lagu itu, dengan tema cinta yang berasal dari pengalaman pribadi. Musik fan aransemennya kami garap keroyokan,: ungkap Santos, vokalis sekaligus gitaris Raiya Band, yang beranggotakan, Andre (gitar), Novi (drum) dan Indra (Bass).

Santos, Vocalis sekaligus gitaris Raiya Band
Santos, Vocalis sekaligus gitaris Raiya Band

“Selera pada lagu dengan tema cinta memang akan mudah menarik perhatian penikmat musik, tapi itu tidak cukup untuk membuat mereka membelinya melalui digital store. Perlu ada perlakuan khusus pada pola aransemenya, semisal denab memasukan unsur EDM (Electric Dance Music), yang saat ini lagi happening diseluruh dunia,” ungkap Seno M. Hardjo, Produser sekaligus wartawan musik senior, menanggapi karya Raiya.

Bagi Seno, mengikuti trend dunia adalah sebuah keniscayaan dalam industri musik kekinian.

Sementara Itu, Produser Raiya Band, Rummy Azis, mengemukakan rencana jangka pendeknya, dalam rangka menarik perhatian publik musik di tanah air, Raiya akan menggarap lagu-lagu lawas dari penyanyi legendaris dalam interpretasi baru.

“Lagu-lagu awas banyak sekali yang masih relevan untuk didengarkan saat ini. Namun butuh aransemen ulang agar sesuai dengan selera generasi zaman now,” jelas Rummy.

Baginya, mendaur-ulang lagu lawas, tidaklah mudah. Bahkan jauh lebih sulit dari membuat lagu baru.

“Butuh ketrampilan khusus dalam pola aransemen lagu lawas. Jadi tidak sembarangan dan cespleng langsung jadi. Perlu diskusi panjang untuk menentukan aransemen yang tepat. Tapi jika berhasil, tidak sulit untuk memasarkannya, simpul Rummy yang kini bekerja buat perusahaan musik milik grup KFC.

Rummy Azis, sang produser musik
Rummy Azis, sang produser musik

Perjalanan kelompok musik ini penuh liku. Diawali proses dari jalur indie, mereka merilis mini album ‘Raiyaforia’ tahun 2013. Mini album ini berisikan 4 tracklist : ‘Lagu Rindu’, ‘Maafkanlah’, ‘Kamu Harus Tahu’ dan ‘Yang Kuingin’.

Di tahun 2014, Raiya terpilih menjadi 10 band terbaik ajang pencarian bakat talenta baru Project Alfa ‘Naga Mencari Bintang.’ Kompetisi ini diprakarsai oleh Alfiansyah (Alfa Records) sebagai salah satu Juri nya.

Single ‘Lagu Rindu’ akhirnya masuk ke dalam track list Album Kompilasi ‘Project Alfa’ dan dirilis tahun 2016 dengan jalur distribusi melalui Store Gramedia seluruh Indonesia.

Desember 2017, Raiya merilis single terbaru ‘Dan Bila.’ Mengusung genre pop rock, dengan tembang yang syairnya mudah dicerna anak muda millenial.

“Lagu ‘Dan Bila’ musiknya easy listening. Liriknya mengena, langsung menyentuh. Dengan lagu ini diharapkan Raiya akan semakin eksis & karyanya akan semakin didengar oleh masyarakat Indonesia,” ujar Rummy Aziez, selaku Produser.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR