Ratusan Ribu Warga Palestina Rayakan Parade Natal di Ramallah

Keterangan foto : Ratusan ribu warga Palestina rayakan Natal di kota Ramallah. Mereka merayakan Natal di Ramallah merayakan melakukan parade.

Ratusan ribu warga Palestina memadati Tepi Barat di Kota Ramallah untuk merayakan Parade Natal pada hari Senin 23 Desember 2012. Warga Palestina menyebut, tujuan dilakukannya parade Natal di Ramallah itu sebagai upaya untuk menyebarkan pesan harapan dari Palestina ke dunia.

Sebagai bagian dari perayaan Hari Natal nasional, warga Palestina baik dari kalangan tua maupun muda bergabung dalam pawai yang dipimpin oleh kelompok pramuka di pusat kota. Para peserta pawai juga turut menyanyikan lagu-lagu Natal.

Gubernur Ramallah, Laila Ghannam, mengatakan parade Natal ini mencerminkan bahwa “warga Palestina ingin dilihat dunia.”

“Ini adalah hari libur nasional bagi kami semua, di mana kami ingin mengirim pesan ke seluruh dunia bahwa kami semua layak memiliki negara sendiri dan pantas mendapat dukungan dari semua pencinta kebebasan bagi mereka yang menderita setiap hari tetapi tidak pernah kehilangan harapan,” kata Laila Ghannam.

Salah seorang warga Ramallah yang mengikuti pawai, Raed Shraydeh menyatakan bahwa ia dan keluarganya puas dengan gelaran parade Natal tersebut. “Ini cara baik agar membuat orang ma bergabung dalam perayaan liburan dan menumbuhkan pandangan optimistis tentang masa depan,” kata Shraydeh seperti dikutip kantor berita Xinhua pada Selasa (24/12).

Sementara itu, seorang pastor paroki Gereja Katolik Ramallah, Jamal Duaibes menuturkan bahwa parade ini menunjukkan seberapa besar warga Palestina merindukan harapan dan kebahagiaan di tengah perjuangan mereka sehari-hari di bawah pendudukan Israel.

“Ini adalah pesan yang jelas bahwa kami ingin merayakan kebahagiaan Natal. Kami ingin menyebarkan sukacita ini dan pesan Natal,” tutur Pastur Duaibes.

Sebelumnya, demi alasan keamanan, pihak Israel tidak mengizinkan umat Kristen di Jalur Gaza untuk mengunjungi Tepi Barat ataupun Betlehem dan Yerusalem.

“Demi alasan keamanan, izin hanya akan dikeluarkan bagi warga yang melakukan perjalanan ke luar negeri selama festival Kristen, tetapi tidak ke Israel atau Tepi Barat,” kata juru bicara Koordinator Kegiatan Pemerintah di Wilayah (COGAT), seperti dikuitp dari Times of Israel, pada hari Senin (16/12/2019).

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR