Relawan Bobby Nasution untuk Walikota Medan Terbentuk

Dewan Pimpinan Pusat Relawan KOMAT di kediaman Pribadi Bobby Nasution. Mereka akan membentuk Tim Relawan Bobby Nasution untuk Walikota Medan

Nampaknya pencalonan Bobby Afif Nasution menuju Balai Kota 1 (Walikota Medan) disambut relawan pemenangan Jokowi – KH.Maruf Amin. Salah satu relawan 01 yang berubah menjadi relawan pemenangan Bobby Nasution untuk Walikota Medan, adalah Koalisi Masyarakat untuk Medan Megapolitan (KOMAT).

Ketua Umum KOMAT Awaluddin Matondang mengatakan, sebelum bermetamorfosis menjadi relawan Bobby Nasution, KOMAT lebih dulu berkonsultasi dengan eks Direktorat Relawan Tim Kampanye Daerah (TKD) 01 Sahat Simatupang. ” Prinsipnya eks relawan Jokowi di TKD 01 Sumut tidak keberatan KOMAT mengambil sikap mendahului relawan lainnya mendeklarasikan dukungan untuk Bobby Nasution,” kata Matondang kepada media, Rabu 25 September 2019.

Dasar pemikiran KOMAT mendukung Bobby, ujar Matondang, usia Bobby sudah memenuhi syarat usia minimal Calon Walikota sesuai Undang – Undang. Dan secara prinsip Medan memerlukan Walikota yang punya hubungan baik dengan pemerintah pusat.

“Karena program membangun Medan ternyata harus mendapat dukungan pemerintah pusat dari regulasi atau peraturan dan anggaran.” kata Matondang.

Dia mencontohkan izin dan peraturan membangun tanggul atau benteng penahan banjir rob di Belawan harus dari pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. “Itu sebabnya Eldin – Akhyar tak kunjung membangun benteng penahan banjir rob Belawan karena wewenang regulasinya (peraturannya) ada di pemerintah pusat,” tutur Matondang.

Sekertaris Jenderal KOMAT Hendra Nababan menilai Bobby Nasution bisa menjadi solusi mengatasi banjir di Belawan dan Medan Utara serta masalah klasik Medan yakni sampah dan kesemrawutan lalu lintas. “Kami yakin Bobby Nasution punya kemampuan mengelola Kota Medan, menaikkan pendapatan per kapita dan menyiapkan lapangan kerja untuk kaum milenial. Kami tidak ragu sedikitpun setelah mempelajari rekam jejak Bobby.” kata Hendra.

Komat, sambung Hendra tertarik dengan sosok Bobby Nasution bukan karena menantu Jokowi. Latar belakang pendidikan Bobby Nasution sebagai alumni Institut Pertanian Bogor; ayahnya pernah Direktur Utama PTPN IV, dan kisah sukses Bobby didunia bisnis tentu menjadi catatan bagi Komat untuk mendukung Bobby.

Pertengahan Oktober 2019, sambung Hendra, KOMAT akan mendeklarasikan dukungan untuk Bobby. Pemberitahuan dan undangan deklarasi sudah disampaikan ke rumah Bobby Nasution di Bukit Hijau Regency diterima sekretaris pribadi Bobby Nasution.

“Dalam waktu dekat sebelum deklarasi kami akan mengadakan forum grup diskusi mengundang wartawan dan kepala lingkungan se Kota Medan untuk mendengar informasi yang berkembang di masyarakat dan hal mendesak yang harus dituntaskan.” ujar Hendra.

Menurut Hendra, Komat akan berkonsentrasi pada kelompok ibu dan perempuan untuk memenangkan Bobby Nasution. Untuk itu mereka menunjuk dua aktivis perempuan Nurhafni dan Masinta Surbakti untuk menggalang dukungan dari kaum ibu dan perempuan

“Kedua aktivis perempuan ini terbukti mampu menggalang suara kaum perempuan dan ibu pada Pilrpres 2019 lalu.” ujar Hendra mengakhiri.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR