Reshufle Jilid II, Sekjen PIH Minta Jokowi Copot Mentri Rini

Reshuffle Kabinet Jilid II

JAKARTA- Nampaknya Reshuffle Jilid II bukan hanya wacana. Reshufle jilid II hampir pasti akan dilakukan oleh pemerintahan Jokowi – JK . Sinyal-sinyal reshuffle Jilid II itu sudah terdengar sejak bulan November lalu. Masuknya PAN, merapatnya PKS dan Golkar, serta PPP ke istana sudah cukup memberi sinyal kepada publik bahwa reshuffle kabinet sudah tak terhindarkan.

Hal ini seperti dikatakan, Rhugby Aderana Subay Sekjen Pemuda Indonersia Hebat (PIH) kepada indeksberita.com (13/2/16) via sambungan telphone. Ruby mengatakan, bahwa isue reshuffle memang tidak lagi menggaung seperti akhir 2015 lalu namun tidak menutup kemungkinan susunan kabinet kerja Jokowi-JK akan kembali dirombak, apalagi menurut Ruby, partai-partai yang tadinya bergabung di Koalisi Merah Putih sudah menyatakan mendukung pemerintah.

” isue reshuffle memang sudah tidak terdengar lagi, namun bukan berarti menutup kemungkinan reshuffle jilid II apalagi partai-partai seperti Golkar, PAN, dan PPP sudah gamblang mendukung pemerintahan Jokowi JK,” kata Ruby.

lebih jauh Ruby berharap, sebagai kelompok relawan yang mendukung penuh Jokowi-JK saat pilpres PIH bisa terus melakukan pengawalan apapun agenda pemerintahan Jokowi-JK selama merupakan kepentingan bangsa dan negara termasuk didalamnya persoalan Reshuffle kabinet kerja jilid II.

” reshuffel ini hak Pak Jokowi sebagai presiden, oleh karenanya PIH sebagai salah satu kelompok relawan pemenangan Jokowi-JK akan terus mengawal program kerja pemerintahan Jokowi_JK , saya percaya saat pemerintah mengambil kebijakan merombak kabinet kerja jilid II tak semata untuk kepentingan bangsa dan negara,” Jelas Ruby.

lebih jauh Ruby Adeyana yang dikenal selalu bicara blak-blakan ini mengukapkan bahwa pada Reshuffel jilid II nanti bisa menghasilkan perubahan yang signifikan terutama disektor kementrian BUMN dan Kemenpora yang dilainya tidak bekerja sesuai dengan Nawa Cita.

” kalo reshuffle lagi saya harap pak Jokowi mencopot mentri BUMN dan mempora sebab kita bisa nialai kinerja dua kementrian ini cukup jauh dari apa yang tertuamg di Nawa Cita dulu.” tegas Ruby.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR