Resmikan PSA, Bogor Bakal Jadi Percontohan Reforma Agraria?

BOGOR – Pusat Studi Agraria (PSA) di Sekolah Manajemen Bisnis IPB, Jalan Pajajaran, Bogor, diresmikan Menteri Agraria dan Tata Ruang, Ferry Mursyidan Baldan, Kamis (9/6/2016). Tempat tersebut mendatang akan menjadi pusat studi rujukan atau referensi dari kebijakan yang akan diambil oleh pihak kementerian sebagai negara pertanian.
“Nantinya, PSA ini bisa menjadi rujukan serta mitra dialog kebijakan kementerian,” ujar Ferry kepada awak media saat berbuka puasa di IPB.

Kembali ia melanjutkan, pusat studi ini kedepan akan memberikan masukan kebijakan kementerian untuk wujudkan kedaulatan pangan.

“Ini menjadi energi baru bagi negeri ini, sebagai negeri agraris. Kita harap tidak hanya menunggu kalau ada yang perlu disampaikan kepada kami,” terangnya.
Sebelumnya, pada akhir bulan lalu, Kementerian Agraria dan Tata Ruang juga melakukan program reforma agraria di wilayah Kabupaten Bogor dengan melakukan pemberian sertifikat hak milik (SHM) terhadap para petani yang menggarap lahan di bekas garapan PT Redjo Sari Bumi.

Pemberian sertifikat gratis tersebut tersebut atas pertimbangan para petani sudah menggarap lahan milik PT. Redjo Sari Bumi. Saat memberikan sertifikat, Ferry mewanti-wanti agar sertifikat tersebut tidak dijual. Jika dijual, sertifikat hanya boleh dioperalihkan kepada orang yang masih dalam kecamatan.

“Sertifikat tersebut boleh dilepaskan pada tahun ke sebelas dengan alasan yang bisa diterima. Sebisa mungkin tanah tersebut masih digunakan untuk pertanian,” katanya.

Selain itu, petani diperbolehkan menggadaikan sertifikatnya, jika dengan tujuan untuk modal usaha pertanian.

“Kami juga meminta kepada pihak bank, bila ada keterlambatan dalam pengembalian tidak serta merta melelang tanah itu,” ujarnya. Sebagai informasi, Hak Guna Usaha (HGU) dari tanah milik PT Redjo Sari Bumi sudah habis pada 31 Desember 2000 dan telah mengajukan perpanjangan. Lalu, sesuai SK KBPN RI Nomor 6-HGU-BPNRI-2009 diberikan perpanjangan selama 25 tahun. Sisa tanah perkebunan PT Redjo Sari Bumi seluas 255 hektar yang telah dikeluarkan dari perpanjangan HGU sebagai program reforma agraria di Kabupaten Bogor.

Dari 2775 sertifikat, ada 1378 sertifikat yang diredistribusi menjadi hak milik petani, luasnya sekitar 235 hekar. Tanah tersebut berada di dua kecamatan, yakni Caringin dan Ciawi, Kabupaten Bogor. Di Kecamatan Caringin, berada di desa Pancawati dan Desa Cimande dan di Kecamatan Ciawi di desa Cibedug dan Desa Bojong Murni. (eko)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR