Ribuan Banser Akan Bubarkan Acara HTI

Tentang rencana  Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang akan menggelar Internasional Khilafah Forum di Gedung Balai Sudirman ,Jakarta selatan pada Minggu 23 April 2017 mendatang, mendapat penolakan keras dari Pengurus Wilayah (PW) GP Ansor DKI Jakarta. Bahkan Banser akan bubarkan acara HTI jika tetap dilaksanakan. Hal itu diungkapkan Abdul Aziz ,Ketua PW GP Ansor DKI Jakarta kepada awak media Sabtu (22/4/2014).

Aziz menuturkan bahwa penolakan dari GP Ansor tersebut bukan sekedar ancaman belaka, namun dirinya menegaskan bahwa apabila Aparat tidak bersikap dan mengambil tindakan tegas terhadap acara yang akan digelar HTI tersebut, pihaknya akan menurunkan ribuan personil Barisan Ansor Serba Guna (Banser) untuk membubarkan acara tersebut.

“Kita adalah Organisasi yang taat akan hukum. Kita masih percaya pada aparat hukum di Indonesia khusunya di DKI Jakarta. Tapi apabila HTI sampai berhasil menggelar acaranya, Maka mohon maaf, ribuan personil Banser dan Ansor akan membubarkan acara itu,” ujarnya.

Aziz menegaskan bahwa NKRI dan Pancasila sudah final sebagai bentuk negara dan dasar negara. Oleh karena itu menurutnya ,keberadaan HTI  di Indonesia seharusnya bukan lagi dievaluasi tapi harus dibubarkan karena HTI menolak NKRI dan Pancasila.

“Kita sudah serukan dengan tegas berualang kali bahwa NKRI dan Pancasila sudah final namun HTI tetap bersikeras dengan gagasanya ingin mendirikan Khilafah di Indonesia. Oleh karena itu bagi kami HTI tidak boleh ada di bumi Indonesia karena tidak menerima Pancasila dan NKRI,” paparnya.

Aziz juga mengungkapkan bahwa dalam hal mendirikan Khilafah sebagai pengganti NKRI,HTI bukan lagi hanya sekedar berwacana namun sudah pada level gerakan. Dan menurutnya, sudah seharusnya Pemerintah memandang serius tentang gerakan dari HTI dan Kelompok-Kelompok pro Khilafah lainya di Indonesia.

“Kepada HTI kami minta untuk menghentikan wacana apalgi gerakan-gerakan untuk mendirikan Khilafah di Indonesia. Marilah kita sama-sama membangun negeri dengan azas  Pancasila dan dalam bingkai NKRI. Tapi apabila tetap nekat ,maka pasti akan kami hadapi,” pungkasnya.

Sementara itu terkait selebaran undangan yang tersebar baik melalui pesan berantai dan media sosial, lami memperoleh informasi bahwa acara tersebut dibatalkan oleh pengelola Balai Sudirman dan dipindahkan ke Az Ziqra milik Arifin Ilham. Pihak Hizbut Tahrir Indonesia dan Arifin Ilham, hingga saat ini belum memberikan klarifikasi dan belum dapat dikonfirmasi.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR