Saat Media Tak Lagi Suarakan Kebenaran, Kehancuran NKRI Di Depan Mata

Langgengnya NKRI adalah keniscayaan apabila bangsa ini masih berpegang teguh pada UUD 1945, menerapkan Pancasila dalam tingkah laku, dan mampu menjadikan Kebhinekaan sebagai sebuah Rahmat. Begitu pula kehancuran NKRI adalah keniscayaan tatkala bangsa ini sudah lepas kendali dari 4 pilar tersebut.

Hingga detik ini, Pancasila merupakan hal yang  final menjadi dasar hidup bangsa, Bhineka Tungal Ika sebagai “nafas” kehidupan sehari-hari, UUD 1945 sebagai ketentuan langkah dan NKRI sebagai bentuk negara. Untuk itu bagaimanapun alasan dan dengan kedok apapun, tatkala sebuah paham sudah berani menyeberang dari 4 pilar yang menjadi rambu-rambu bangsa tersebut, maka dapat dipastikan bahwa pihak terkait tengah membuka pintu gerbang kehancuran NKRI.

Salah pemaknaan dalam menyikapi Reformasi adalah pemicu dari mudahnya penyebaran faham-faham kontra Pancasila. Kemudahan mengakses media sosial saat ini justru dijadikan oleh sebagian pihak sebagai sosialisasi dengan alasan demokrasi namun faktanya justru menginjak demokrasi itu sendiri. Mereka adalah pihak yang sengaja memanfaatkan demokrasi untuk kemudian membunuh demokrasi itu sendiri.

Saat ini kita dengan mudah akan melihat postingan dan unggahan berisi hujatan dan pemaksaan pendapat. Labelisasi Kafir, Komunis maupun hujatan lainya, saat ini begitu mudah kita temukan. Apakah hal tersebut terjadi karena kebetulan semata?

Tidak. Doktrinasi melalui Media Sosial adalah pola sistematis dari pihak-pihak yang ingin mengganti Pancasila dan NKRI dengan ideologi mereka. Memanfaatkan kecenderungan sebagian besar masyarakat yang saat ini masih imitative (senang meniru) dan mudah sharing pembeberitaan,mereka sebarkan hoax dengan pola adu domba agar tercipta keresahan yang endingnya adalah munculnya simpati publik terhadap cita-cita mereka ,yakni mengganti NKRI.

Kita Memiliki Andil Dalam Kokoh dan Kehancuran NKRI

Ketika muncul sebuah pertanyaan, apakah propaganda dari mereka yang anti Pancasila melalui jejaring sosial dan situs-situs terkait dapat di hentikan?Jawabanya adalah PASTI BISA. Walau kita tahu bahwa pemblokiran situs-situs tertentu oleh Pemerintah tak bisa juga langsung dibenarkan,tapi membiarkan media-media tak berbadan hukum tersebut terus menebarkan hoax, juga tidak bijaksana, bahkan bisa menjadi sebuah kesalahan fatal.

Jika kita obyektif, kesalahan terbesar dari semakin merebaknya wacana pembentukan Khilafah ataupun wacana-wacana kontra Pancasila di jejaring sosial, terletak pada kita, penggiat media yang justru abai dengan hal tersebut. Dan kami memilih untuk dapat menjadi corong kebenaran. Ketika Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI menjadi sesuatu yang sudah Sah, maka menyuarakan untuk kokohnya 4 Pilar tersebut adalah merupakan Kebenaran.

Untuk itu, apabila kita masih menginginkan Repulik ini utuh dan abadi, mari kita perangi hoax dengan tak lelah menyebarkan fakta. Namun apabila kita terus abai atau justru terlibat dalam penyebaran hoax, cepat atau lambat, bukan lagi seperti Irak dan Syuriah, tapi kita akan masuk dalam jurang Petaka. Ini bukan phobia tapi ini keniscayaan.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR