Sang Merah Putih Raksasa Membentang di Perbatasan RI-Malaysia

Bendera Merah Putih membentang di perbatasan RI-Malaysia di Sebatik, Nunukan, Kalimantan Utara.

Pada Puncak Upacara peringatan Sumpah Pemuda di Perbatasan, tepatnya di Patok 15 Desa Binalawan, Kecamatan Sebatik Barat, dilakukan Pembentangan Bendera Merah Putih berukuran 65 x 25 meter oleh berbagai elemen pemuda di perbatasan. Bendera berukuran raksasa tersebut dibentangkan tepat di Sempadan Negara Indonesia dan Negara Malaysia.

Jika dilihat dari kejauhan, bendera merah putih itu terlihat begitu gagah dan indah terbentang di tengah hamparan perkebunan kelapa sawit yang menghijau. Dan pesan yang ingin disampaikan lewat aksi tersebut adalah, masyarakat di wilayah perbatasan bertekad bulat untuk menjaga keutuhan NKRI dan menjunjung tinggi semangat nasionalisme.

Bupati Nunukan Asmin Laura Hafid yang menjadi Inspektur Upacara mengaku terharu dengan semangat para peserta upacara. “Saya sangat terharu dan bangga, karena dengan medan yang sangat sulit seperti ini tapi semangatnya ternyata begitu luar biasa. saya yakin itu semua karena kecintaan kita kepada bangsa dan negara. Meskipun kita berada di perbatasan, tetapi semangat kita tidak terbatas,” kata Laura.

Dalam kesempatan itu, Laura juga sempat membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olah Raga RI Zainuddin Amali, yang intinya harapan agar para pemuda terus meningkatkan kualitasnya sehingga tidak mudah terpengaruh informasi yang bersifat hoax yang dapat merusak persatuan bangsa, pornografi, dan narkoba serta paham radikalisme. Pemuda Indonesia harus mampu menjadi pemuda yang punya karakter dan mental yang kuat, kreatif dan inovatif dalam menghadapu perkembangan zaman.

Selain membacakan sambutan Menpora, Laura juga menyerukan bukan hanya kepada para pemuda di Nunukan namun juga kepada semua pemuda dan pemudi Indonesia agar dapat memetik hikmah dari terucapnya ikrar 28 Oktober 1928 tersebut

Menurut Laura, kegotong royongan dan rasa kebersamaaan tanpa memandang latar belakang adalah salah satu kunci dari diperolehnya kemerdekaan Indonesia. Laura juga menandaskan, bahwa perbedaan adalah sebuah keniscayaan dalam kehidupan karena dengan berbeda tersebut maka akan terjadi saling kenal mengenal.

“Disamping historis heroik, Sumpah Pemuda itu sangat jelas mengajarkan kepada kita bahwa persatuan dan kesatuan bangsa adalah kunci dari sebuah kejayaan. Apalagi dengan generasi muda, karena akan bagaimana warna Indonesia kedepan, lihatlah kondisi generasi mudanya saat ini,” pungkas Laura.

Upacara tersebut diikuti oleh para pelajar, ASN, TNI/Polri dan masyarakat. Kepala Satpol PP Abdul Kadir, Kepala Dinas Kesbangpol Joko Santoso, Camat Sebatik Barat Darwin, dan para kepala desa hadir dalam upacara tersebut.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR