Sarman Caketum PSSI: Belajar Dari Sepak Bola Jepang


Hari ini, Ketua Umum Masyarakat Sepak Bola Indonesia (MSBI) dan juga Calon Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Periode 2016-2020 yang akan berkongres 10 November nanti, Sarman El Hakim sedang melakukan kunjungan ke kantor federasi sepak bola Jepang. Kedatangan Sarman ke negeri matahari terbit untuk melihat bagaimana rencana Jepang  mencapai mimpinya sebagai juara dunia FIFA World Cup 2050. Selain itu Sarman juga akan mempelajari bagaimana cara Jepang membangun sepak bola mereka, sehingga bisa menjelma menjadi salah satu kekuatan sepak bola asia bahkan dunia.

“Kita harus mau mengkoreksi diri kita, dan belajar dari keberhasilan negara lain. Itulah tujuan keberangkatan saya ke Jepang” kata Sarman.

Sarman melihat bahwa sepak bola Jepang dibangun dan dikembangkan untuk  menyesuaikan diri dengan alam dan budaya di daerah masing-masing, seperti Osaka, Nagoya, dan Yokohama serta kota-kota lainnya. Hal itu yang menurut Sarman,  hal-hal yang harus dapat kita pelajari, bagaimana caranya penyesuaian itu.

“Contohnya Yokohama, kota terbesar nomor dua di Jepang setelah Tokyo. Yokohama juga merupakan kota pelabuhan. Sepak bola kota tersebut banyak dipengaruhi pendatang dari luar Negeri Sakura” jelas Sarman lagi.

Kunjungan Sarman ke Tokyo datang dari undangan salah satu pejabat federasi di negara tersebut. Selain ke kantor federasi sepak bola Jepang, Sarman sempat menonton liga profesional sepak bola Divisi 3 dan bertemu dengan Presiden klub Amatir Divisi 3 Yokohama untuk berbincang soal sport dan culture club. Dari studi banding tersebut, Sarman berharap dapat menerapkannya, untuk membantu memajukan pembangunan sepak bola di tanah air.

Memang jika dilihat dari situasi dan kondisi PSSI sekarang, Sarman berkeyakinan bahwa sudah selayaknya dilakukan revolusi PSSI. Dan semua itu dikembalikan kepada pemerintah untuk berani mengambil langkah besar dengan membentuk federasi baru demi pembangunan sepak bola tanah air menuju sepak bola moderen.

“Sudah waktunya mengembalikan PSSI kepada semangat pendirianya 19 April 1930. Dimana dalam Mukadiimah AD/ART PSSI (yang kemudian diubah menjadi Statuta Pedoman Dasar PSSI)  sebagai alat perjuangan bangsa untuk menyejajarkan Indonesia dengan negara-negara lain di dunia. Misi selanjutnya mengukir prestasi sepak bola nasional. Melalui prestasi sepakbola, kita bangun pride atau kebanggaan kita sebagai bangsa yang berujung pada terbangunnya karakter bangsa atau nation character building “ demikian Ketum MSBI Sarman.

Masyarakat Sepak Bola Indonesia (MSBI) adalah organisasi masyarakat yang peduli terhadap pembangunan sepak bola Indonesia dan berkampanye Indonesia Tuan Rumah FIFA World 2022. Sebagai organisasi modern, MSBI senantiasa peduli terhadap perkembangan pembinaan sepak bola rakyat (grassroot), liga profesional dan peningkatan sumber daya manusia pelaku utama sepak bola tanah air. MSBI berharap sepak bola Indonesia bisa tumbuh dan berkembang bersama masyarakat demi kemajuan bersama yang lebih baik di masa depan.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR