Sarman Caketum PSSI: Sepak Bola Nasional Harus Dijauhkan Dari Kepentingan Politik

Bursa ketua umum PSSI semakin menarik. Nama-nama besar, seperti Jendral (purn) Moeldoko, Pangkostrad Mayjen Edy Rahmayadi atau mantan ketua umum PSSI periode lalu Djohar Efendi, telah mendaftar untuk masuk sebagai calon ketua umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Selain nama-nama besar tadi, terselip satu nama yaitu Sarman Elhakim, seorang masyarakat biasa tapi sangat mencintai sepak bola, yang akan meramaikan bursa pemilihan ketua umum PSSI.

Sarman, pria kelahiran 26 April 1966, merupakan ketua MSBI (Masyarakat Sepak bola Indonesia), menginginkan agar kejayaan sepak bola nasional segera lahir. Menurutnya, minimnya prestasi PSSI saat ini bukri bahwa PSSI selama ini salah urus, dan kerap ditunggangi oleh kepentingan politik dan kepentingan lain di luar kepentingan untuk memajukan persepakbolaan nasional. Hal ini lah yang menjadi morivasi Sarman untuk menjadi ketua umum PSSI.

“PSSI harus direformasi, harus merdeka dari kepentingan politik dari anasir-anasir partai politik, dan kepentingan lain di luar kepentingan menumbuhkan prestasi sepak bola nasional. Untuk itu saya siap untuk bersaing dengan siapa pun juga, demi kemajuan sepak bola nasional”.

Selain disebabkan oleh banyaknya kepentingan yang menunggangi PSSI, minimnya prestasi sepak bola kita menurut Sarman, disebabkan oleh tidak adanya sasaran organisasi yang jelas.
“Selama ini PSSI dikelola tanpa tujuan yang jelas. Bagi saya tujuan dan goal PSSI adalah Indonesia harus menjadi tuan rumah Piala Dunia tahun 2022”.

Sarman bersama PSKB Bukit Tinggi
Sarman bersama PSKB Bukit Tinggi

Untuk menunjukan keseriusannya, pria kelahiran Bukit Tinggi Sumatera Barat ini akan mendeklarasikan niatnya sebagai Ketua Umum PSSI, pada hari Minggu 25 September 2016, di rumah pahlawan nasional Tan Malaka di Payakumbuh Sumatera Barat. Selama berada di tanah kelahirannya, Sarman juga akan mengunjungi semua pemangku kepentingan yang ingin persepakbolaan nasional maju dan berprestasi.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR