Semakin Kuat, Pasar Sarang Burung Walet Indonesia di Tiongkok

Pembukaan 2 retailer produk olahan sarang burung walet Indonesia, Yan Ty Ty di Kota Zhengzhou oleh Dubes Djauhari Oratmangun. Hal ini akan memperkuat pasar sarang burung walet Indonesia di Tiongkok. (Humas Kedubes RI di Beijing)

Duta Besar RI Beijing, Djauhari Oratmangun membuka secara resmi dua toko retailer produk olahan sarang burung walet Indonesia, Yan Ty Ty di Kota Zhengzhou. Dengan adanya 2 toko retailer tersebut, membuat pasar sarang burung walet Indonesia di Tiongkok semakin kuat.

Menurut Dubes Djauhari, Indonesia patut berbangga karena bahan dasar sarang burung walet pada kedua toko Tiongkok tersebut diimpor dari perusahaan supplier Indonesia, PT Anugerah Citra Walet Indonesia yang menjual sarang burung walet berkualitas dan berhasil memenuhi standar yang ditetapkan oleh otoritas Tiongkok. Dan untuk dapat ekspor sarang burung walet ke Tiongkok harus memenuhi standar yang ditetapkan Pemerintah Tiongkok.

“Pembelian pertama sarang burung walet pada kedua franchise Yan Ty Ty tersebut masing-masing sebesar RMB 60 ribu dan RMB 41 ribu,” ujar Dubes Djauhari, yang kami lansir dari keterangan persnya yang kami terima kemarin sore (14/5/2019).

Dubes Djauhari lalu mengungkapkan,  standar Protocol of Inspection, Quarantine, and Hygiene Requirements sebagai persyaratan impor produk sarang burung walet dari Indonesia ke Tiongkok, telah ditandatangani pada tahun 2012. Pada November 2014, enam eksportir sarang burung walet mendapatkan sertifikasi impor dari pemerintah Tiongkok.

Sampai dengan bulan Juli 2018, terdapat 21 industri pengolahan sarang burung walet dari Indonesia yang telah mendapatkan sertifikasi dari CNCA (Badan Sertifikasi dan Adminitrasi Akreditasi Tiongkok).

“Sehingga meningkatkan ekspor sarang burung walet menjadi 22.3 juta USD di tahun 2015 dan naik menjadi 102.9 juta USD di tahun 2017,” ungkap Dubes Djauhari.

Menurutnya, meningkatnya ekspor sarang burung wallet, merupakan hasil kerja keras bersama dari para eksportir dan para pemangku kepentingan di Pusat, dengan dukungan dari seluruh Kantor Perwakilan RI di RRT. Per tahun 2018, volume impor produk sarang burung walet Indonesia oleh Tiongkok mencapai 70.6 ton, menguasai 67.1% total impor sarang burung walet dari tiga negara yakni Indonesia, Malaysia, dan Thailand.

“Tren konsumsi sarang burung walet di negeri tirai bambu telah menunjukkan kenaikan sejak tahun 2014 sampai dengan 2018 dengan ekspektasi mencapai 1.000 ton pada tahun 2019.,” kata Dubes Djauhari.

Indonesia merupakan sumber sarang burung walet terbesar di dunia, sementara Tiongkok merupakan konsumen terbesar sarang burung walet secara global. Pemerintah Indonesia yakin produk sarang burung walet Indonesia akan terus merupakan salah satu produk ekspor unggulan Indonesia di Tiongkok.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR