Sempat Mangkrak 18 Tahun, Tol Bocimi Seksi I Diresmikan Presiden

Tol Bocimi seksi I diresmikan Presiden pada Sabtu (1/12). Foto Biro Pers Setpres

Setelah sempat mangkrak 18 tahun, akhirnya Tol Bocimi Seksi I diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada hari Sabtu, 1 Desember 2018. Peresmian jalan tol Ciawi-Sukabumi Seksi I (Ciawi-Cigombong) tersebut menandakan beroperasinya ruas jalan sepanjang 15,35 kilometer ini.

Pengerjaan jalan tol ini sempat mangkrak 18 tahun, dihitung sejak mulai ditetapkan tahun 1997 dan baru tahun 2015 pengerjaannya tol ini dikerjakan lagi dengan serius. Dari rilis yang dikeluarkan oleh Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media-Bey Machmudin, Presiden menjelaskan, sebelum diambil alih pemerintah tahun 2015, selama 18 tahun investor pembangunan juga telah beberapa kali berganti.

“Di 2015 kita negosiasi untuk diambil alih. Mengambil alih pun dengan negosiasi yang alot, setahun lebih. Baru awal 2016 betul-betul di lapangan konstruksi pembebasan lahan bisa dimulai,” ujar Presiden.

Presiden memperoleh informasi bahwa selama ini Jakarta-Sukabumi dalam keadaan normal memerlukan waktu tempuh 5 jam. Dengan pembangunan jalan tol ini nantinya diharapkan dapat mengurai kemacetan yang biasa terjadi di sepanjang perjalanan Bogor hingga Sukabumi.

“Tadi ada yang membisiki ke saya, dari Bogor ke Sukabumi normal saja itu bisa 5 jam, tapi sering tidak normal menjadi 7 jam. Ini enggak bisa diterus-teruskan. Mobilitas orang dan barang serta mahalnya transportasi harus betul-betul bisa kita selesaikan,” kata Presiden.

Adapun pembangunan jalan tol Bocimi dengan panjang keseluruhan mencapai 54 kilometer, kata Presiden selepas peresmian, diharapkan untuk dapat selesai pada akhir tahun 2020 mendatang. Ke depannya, jalan tol tersebut akan diupayakan terhubung dengan jalan tol lainnya.

“Begitu ini selesai nanti di 2020 terus (dilanjutkan) ke Cianjur, terus ke Bandung. Langsung nanti ke timur lagi ke Cilacap, nanti ke timur lagi ke Yogya. Artinya yang selatan juga kita kerjakan,” imbuhnya.

Menurutnya, Sukabumi sebagai wilayah yang dilalui tol tersebut memiliki potensi besar untuk dapat dikembangkan. Syaratnya, fasilitas transportasi dan logistik dari dan menuju ke wilayah itu dapat terpenuhi dengan baik.

“Sukabumi itu punya semua, punya potensi semuanya. Ada geopark, pantai, dan gunung. Ini kekeliruannya Bocimi enggak rampung-rampung. Kekeliruannya hanya itu saja. Ini yang kita selesaikan,” ujarnya.

Presiden juga memastikan bahwa pembangunan jalur kereta api rel ganda dari Bogor menuju Sukabumi juga terus berjalan. Pembangunan jalur tersebut ditargetkan selesai bersamaan dengan jalan tol Bocimi pada 2020 mendatang.

“Bandara tahun depan dimulai juga. Bandara Sukabumi tahun depan sudah dimulai,” ia menambahkan.

Tampak hadir mendampingi Presiden di antaranya ialah Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki, Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, dan Bupati Bogor Nurhayanti.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR