Serius Cegah Corona di Nunukan, Pemkab Siapkan Rp 3,6 Milyar untuk Tahap Awal

Anggota Gugus Tugas Pencegahan penyebaran Virus Corona di Nunukan tengah memerika masyarakat yang masuk ke pulau Nunukan di pintu Pelabuhan Tunon Taka

Sebagai bentuk keseriusan dalam mengantisipasi penyebaran Corona di Nunukan, Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemkab) Nunukan telah menganggarkan dana sebesar Rp. 3, 6 Milyar untuk tahap awal. Kedepan, Pemkab Nunukan sendiri juga bersiap untuk melakukan pergeseran anggaran hingga mencapai angka 10 Milyar.

“Kita ancang – ancang untuk melakukan pergeseran anggaran hingga 10 miliar rupiah,” tutur Kabag Humas dan Protokol Hasan Basri Mursali seusai mengikuti Rapat tim gugus Tugas Penanganan Covid 19 bersama RSUD Nunukan, Senin (23/03)

Hasan mengungkapkan, estimasi anggaran Rp. 10 Miliar tersebut adalah seiring dengan perkembangan kasus Corona itu sendiri. Atau dengan kata lain, ungkap Hasan, penganggaran akan bertambah sesuai dengan kondisi di lapangan.

Mengenai anggaran tersebut, Hasan menampik bahwa hal itu karena desakan publik. Hasan menegaskan bahwa persoalan anggaran untuk penanganan dampak Corona Virus pernah diungkapkan Bupati Nunukan, Asmin Laura Hafid saat memimpin rapat koordinasi pembentukan Gugus Tugas Penanganan Covid – 19 pada Minggu 15 Maret 2020 lalu.

“Mungkin kurang tepat jika ada pihak yang menyatakan Pemkab Nunukan kurang tanggap terkait anggaran. Pasalnya, Bupati juga sudah mewacanakan hal ini pada saat rapat pembentukan Gugus Tugas Pencegahan Corona pada 15 Maret lalu,” tandas Hasan

Terkait dengan personil yang bertugas, Hasan menjelaskan bahwa saat ini tim yang tergabung di tim Gugus Tugas Penaganan Covid 19 Kabupaten Nunukan beserta dengan tim pendukungnya sebanyak 500 personil yang tersebar di seluruh kecamatan. Tim ini terdiri dari lintas instansi baik dari instansi dari pemerintah Daerah, Instansi Vertikal, Kodim 0911 Nunukan, Polres Nunukan dan Lanal Nunukan.

Tim ini sudah berkerja secara intensif sesuai dengan tugas dan fungsinya masing – masing mulai dari kegiatan sosialisasi hingga pemeriksaan kedatangan di pelabuhan hingga pintu pintu masuk di wilayah perbatasan dan tindakan tindakan pencegahan / preventif lainnya.

Sementara terkait kasus Corona secara nasional, Pemerintah melalui Juru Bicara Kepresidenan tentang Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto menyatakan bahwa data terbaru pada Senin 23 Maret 2020, jumlah pasien positif mencapai 579 orang.

“Sedangkan yang meninggal sebanyak 49 orang dan pasien yang sembuh mencapai 30 orang,” papar Yuri.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR