Dalam Sidak ke Dinas Pendidikan, Ganjar Temukan 78.065 SKTM Palsu di Jateng

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta pengelola sekolah untuk melakukan verifikasi Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) pada Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB). Hal ini terkait ditemukannya SKTM palsu di Jateng (Jawa Tengah) saat ia melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke Dinas Pendidikan Jateng, Selasa (10/7/2018).

Ganjar menelpon tiga sekolah karena sesuai data masuk, terlihat ada jumlah SKTM yang tidak wajar atau melebihi daya tampung sekolah. Ketiga pihak yang ditelpon Ganjar tersebut yakni SMA Negeri Mojogedang Karanganyar, SMKN 1 Blora dan SMKN 1 Purwokerto.

Kepada Kepala SMAN Mojogedang Purwadi, Ganjar menegur kepala sekolah tersebut yang dianggap lalai dan terlambat lakukan verifikasi faktual. Namun Purwadi beralasan belum melakukan verifikasi karena tidak mendapat surat dari Disdik.

“Eh pak, tidak pakai surat-suratan. Kalau sudah seperti itu masak kepala sekolah tidak curiga? Ini sistemnya kacau lho pak,” ucap Ganjar dengan nada marah dalam telponya.

Pun dengan kepala SMKN 1 Blora, Mariya, Ganjar juga melayangkan teguran serupa lantaran jumlah pendaftar SKTM melebihi daya tampung. Sedangkan kepada kepala SMKN 1 Purwokerto, Asep Saeful Anwar, Ganjar memerintahkan Asep agar membubarkan acara workshop, demi penyelesaian verifikasi SKTM.

Saat Ganjar memantau secara langsung verifikasi Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) di Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah tersebut ditemukan 78.065 SKTM palsu yang akhirnya dibatalkan.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan diketahui untuk SMA jumlah daya tampung yakni 113.325 dengan jumlah pendaftar 113.092 siswa. Jumlah peminat menggunakan SKTM yakni 62.456 dan setelah dilakukan verifikasi tinggal 26.507. Ini berarti masih ada kursi yang belum terisi untuk SMA.

Sedangkan untuk SMK negeri diketahui jumlah pendaftar memang lebih banyak dibandingkan kuota, yakni 108.460 siswa dengan kuota 98.486. Pengguna SKTM sebanyak 86.436 yang masuk seleksi 44.320 atau dengan presentase sekitar 45 persen.

Ganjar menegaskan seluruh sekolah hari ini Selasa 10 Juli 2018 agar dilakukan verifikasi SKTM di seluruh sekolah dengan menerjunkan langsung para guru. Ganjar juga menegaskan kepada setiap kepala sekolah yang tak mau lalukan verifikasi SKTM agar mengudurkan diri.

“Persoalannya hari ini kan SKTM, banyak komplain yang masuk ke saya. Sebenarnya teman-teman di daerah sudah banyak yang melakukan verifikasi dan bagus, namun ada juga yang kurang serius. Hari ini full semua saya perintahkan untuk verifikasi. Saya tegas pada kepala sekolah yang tidak mau melakukan verifikasi, kalau tidak mau jadi kepala sekolah ya berhenti, saya tegas saja,” tandas Ganjar.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR