Sigab Bencana, Mendagri Bertolak Ke Donggala

Mendagri bertolak ke Donggala (dokumen Mendagri Tjahyo Kumolo)

Menyikapi keadaan pasca Gempa 7,4 skala richter yang menggungcang Donggala dan gelombang tsunami setinggi 0,5 meter yang menghantam Palu, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo bertolak ke Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah. Mendagri bertolak ke Donggala Untuk melalukan koordinasi awal dengan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota setempat terkait penanganan pasca bencana.

Mendagri berangkat didampingi oleg Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan dan tim BNPB. Rombongan akan tiba di Balikpapan pada pukul 05:00 Wita dan selanjutnya pada pukul 09:00 Wita bertolak ke Palu.

“Kami ke Palu untuk koordinasi awal dengan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota setempat,” ujar Tjahjo, Sabtu (29/9/2018).

Terkait gempa dan tsunami yang melanda Donggala dan Palu , Tjahjo sudah merilis radiogram dengan klasifikasi sangat segera bernomor 361/7676/SJ kepada Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola, untuk segera menetapkan tanggap bencana di daerah-daerah sekitar yang terkena dampak gempa dan tsunami.

Sementara itu, Kementerian Sosial juga telah mengirimkan bantuan awal ke lokasi bencana. Menteri Sosial Agus Gumiwang mengungkapkan bahwa bantuan awal tersebut terdiri dari 1.000 kardus makanan cepat saji, 2.000 velbed, 25 tenda serbaguna, dan 3.000 tenda gulung.

“Selain itu kita juga mengirimkan dua paket perlengkapan dapur umum lapangan, 1.000 matras, dan 1.500 kasur,” papar Agus.

Terkait hal tersebut, Agus mengungkapkan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Panglima TNI untuk menyiapkan pesawat Hercules untuk pengiriman bantuan darurat dari gudang pusat. Agus juga menuturkan pihaknya sudah memerintahkan pengiriman bantuan darurat dari stok di Gudang Regional Timur di Makassar melalui jalur darat

Bantuan yang didistribusikan melalui jalur darat itu terdiri dari 100 velbed, dua tenda serbaguna keluarga, 1.500 matras, 3.000 selimut, 200 (family kit), 200 (kids ware) 100 tenda gulung, 345 (food ware).

Sedangkan untuk jumlah korban yang meninggal, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengaku belum dapat memastikan jumlah korban.

“Jenazah ditemukan dibeberapa tempat,namun kami belum dapat memastikan angkanya berapa,” ungkap Sutopo, Sabtu (29/9/2018).

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR