Sikap Amerika Mengakui Yerusalem Sebagai Ibukota Israel, Memancing Reaksi Dunia

Presiden Amerika Serikat Donal Trump sudah mengumumkan pemindahan kedutaan besar Amerika Serikat ke Yerusalem dan mengakuinya sebagai ibu kota Israel. Dalam pidatonya pada hari Rabu. (6/12/2017), Trump menyatakan bahwa sudah saatnya Amerika mengakui secara resmi Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Sikap Amerika mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel, dikecam oleh dunia internasional, termasuk Indonesia.

Menurut Trump, Israel memiliki hak untuk menentukan ibu kotanya. Dan penundaan terhadap penetapan Yerusalem sebagai ibukota Israel, tidak berdampak apapun dalam perdamaian.
“Hari ini Yerusalem adalah kursi bagi pemerintah modern Israel, rumah bagi parlemen Israel, Knesset, rumah bagi Mahkamah Agung,” tuturnya.

Sikap Amerika ini menuai kecaman dunia internasional, dan mendorong Dewan Keamanan PBB untuk melakukan sidang darurat. Seperti yang dilansir dari AFP, sidang ini akan diadakan pada Jumat (8/12) pagi, di Markas PBB, New York, AS.

Sidang darurat ini diajukan oleh delapan negara anggota Dewan Keamanan PBB, seperti Inggris, Bolivia, Mesir, Prancis, Italia, Senegal, Swedia dan Uruguay. Negara-negara ini juga meminta Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres membuka sidang darurat itu dengan pernyataan publik.

Sebaliknya, pernyataan Trump direapon dengan rasa terimakasih oleh Israel. PM Israel Benjamin Netanyahu. Ia menyatakan bahwa pengakuan terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel, akan lebih memajukan perdamaian dunia.

“Kami sangat berterima kasih kepada Presiden Donald Trump atas keputusannya yang berani dan adil. Keputusan ini mencerminkan komitmen Presiden terhadap sebuah kebenaran kuno namun abadi, untuk memenuhi janjinya dan untuk memajukan perdamaian,” kata Netanyahu.

Netanyahu juga mendorong agar negara-negara lain mengikuti jejak Amerika dan memindahkan kedutaan mereka ke Yerusalem.

“Saya menyerukan kepada semua negara yang mencari perdamaian untuk bergabung dengan
Amerika Serikat dalam mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan untuk memindahkan kedutaan mereka di sini,” ujarnya.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR