Sikapi Krisis Air Bersih di Nunukan, Puluhan Aktivis Lakukan Aksi Bersih Sungai

Keterangan foto; para aktivis lingkungan di Nunukan sedang mengangkat kayu yang nenutupi sumber air. Ini bagian dari upaya mereka dalm mengatasi krisis air bersih di Nunukan.

Puluhan aktivis dari berbagai komunitas di Nunukan, Kalimantan Utara, Minggu (12/1/2020) melakukan aksi sosial pembersihan Sungai Bolong yang merupakan salah1 satu akses sumber air ( mata air ) menuju Embung penampungan. Aksi par aktivis ini untuk mengatasi terjadinya krisis air bersih di Nunukan.

Sebagaimana diketahui, sudah lebih dari 2 mingu masyarakat yang berdomisili di Pulau Nunukan mengalami krisis air bersih. Tidak stabilnya pasokan/aliran air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Nunukan membuat sebagian masyarakat terpaksa membeli air untuk mandi, mencuci maupun untuk dikonsumsi.

“Pasokan air tidak stabil atau berkurang itu bukan karena kealalaian PDAM. Tapi karena adanya penyumbatan sumber air akibat beberarapa faktor diantaranya beberapa mata air tertimbun tanah karena abrasi,” ungkap Koordinator Aksi, Feby.

Selain karena Abrasi, Feby menjelaskan bahwa mata air banyak yang terhalang limbah seperti kayu , tumpukan daun dan limbah lainya. Sehingga membuka sumber air melalui pembersihan sungai menurutnya adalah salah satu solusi mengatasj krisisnya air di Nunukan.

Sebagai salah satu sesepuh komintas pencinta lingkungan, pria yang keseharianya bekerka di Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Nunukan ini langsung tanggap manakala aliran air oleh PDAM tak stabil. Dan setelah melakukan survey, ia berkoordinasi dengan beberapa perwakilan komunitas yang ada di Nunukan untuk menggelar bakti sosial meski akomodasi harus swadaya dan konstribusi beberapa pihak.

“Mulai dari awal terbentuknya komunitas, kita memang ajarkan tentang reaktif dan kepekaan untuk menyayangi sesama dan alam. Selain itu, kita juga ajarkan kemandirian. Sehingga ketika aksi – aksi seperti ini, kami melakukanya dengan rasa kegembiraaan,” tandasnya.

Lebih lanjut Feby menuturkan bahwa selain penyumbatan mata air, pembukaan hutan secara berlebihan juga menjadi dampak krisisnya air bersih di Pulau Nunukan. Menurut Feby, saat ini kondisi Pulau Nunukan terlait cadangan air sudah pada level yang memprihatinkan.

“Intinya gini,Tuhan menurunkan bencana iru tak lepas dari perilaku kita termasuk krisisnya air bersih yang saat ini terjadi di Nunukan,” tegas Feby.

Aksi para aktivis tersebut mengundang apresiasi berbagai pihak. Tokoh Muda Perbatasan, Irsan Humokor menyebut bahwa yang dilakukan puluhan aktivis tersebut adalah aksi yang bukan hanya diapresiasi namun juga didukung. Karena selain bermanfaat, Irsan menilai para aktivis tersebut telah mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga keseimbangan alam.

“Yang mereka lakukan itu sebuah tindakan yang mulia dan sekali lagi, keberadan teman – teman komunitas pencinta lingkungan tersebut perlu mendapat dukungan. Karena yang selama ini mereka lakukan sangat nyata manfaatnya,” tutur pria yang juga sebagai Ketua KADIN Nunukan tersebut.

Dari pantauan, aksi yang diikuti GNH Nunukan, TNBA, Sispala, PDAM Nunukan, perwakilan PT Medco, Oi Perbatasan, Komunitas Seni, Setia Hati Terate dan beberapa komunitas lainya tersebut mengawali aksinya dari hulu sungai. Beberapa aktivis wanita lakukan pembersihan limbah ringan sementara para pria membuka mata air ternasuk menggunakan gergasi mesin.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR