Singgung Etnis Tertentu, WALHI Tolak Jadi Narasumber Diskusi Reklamasi

Direktur Eksekutif WALHI Jakarta, Puput TD Putra, mengklarifikasi tentang pencantuman namanya sebagai salah satu Narasumber pada acara Forum Diskusi Publik HIP edisi 66 dengan Tema “BAHAYA CINAISASI DIBALIK REKLAMASI TELUK JAKARTA” yang akan diselenggarakan pada Hari Kamis, 29 September 2016 pukul 13.30-15.30 WIB di Aula DHN Gedung Joang 45 Lt. 3 Jl. Cikini Raya, Menteng Jakarta Pusat.

Flayer kegiatan tersebut beredar lewat broadcast di berbagai media sosial dalam beberapa hari terakhir ini.

Puput mengatakan, maraknya penyebaran flayer kegiatan yang mencantumkan namanya dan lembaga WALHI Jakarta dikhawatirkan akan menganggu gerakan perlawanan Tolak Reklamasi karena disusupi isu etnis tertentu.

Ia juga membantah telah menyanggupi hadir sebagai Narasumber di acara itu.

“Saya, Puput TD Putra, belum pernah menyanggupi untuk hadir sebagai Narasumber pada acara tersebut,” kata Puput dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa (27/9) di Jakarta.

Puput menambahkan, saat menerima undangan kegiatan tersebut via whatsapp, disebutkan bahwa tema acaranya adalah “Bahaya Kapitalisasi di Balik Reklamasi Teluk Jakarta” dan tidak ada sama sekali kalimat “Bahaya Cinaisasi di Balik Reklamasi Teluk Jakarta”

“Saya sebagai pribadi, maupun sebagai representasi WALHI tidak terlibat atau akan terlibat menjadi Narasumber pada kegiatan yang akan diadakan oleh rekan-rekan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) tersebut, karena tema kegiatan yang sangat tendensius dan bertentangan dengan nilai-nilai WALHI,” tegasnya.

“Saya meminta rekan-rekan HTI untuk tidak mencantumkan nama saya dan organisasi WALHI dalam publikasi apapun yang terkait dengan acara tersebut di atas,” pintanya.

Namun, Puput menegaskan bahwa posisi dan sikap WALHI adalah tetap menolak Reklamasi Teluk Jakarta.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR