Soal Gedung Dewan Baru, FPJK Minta ULP Hindari ‘Masuk Angin’

BOGOR – Sehari setelah Ketua Transparansi, Maradang Hasoloan Sinaga melapor ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Bogor yang mendesak segera turun tangan melakukan penyelidikan adanya indikasi KKN dalam lelang proyek pembangunan gedung DPRD Kota Bogor. Ketua Forum Pemerhati Jasa Konstruksi (FPJK) Kota Bogor, Torik Nasution ikut buka suara.

Meski saat ini pembangunan gedung dewan masih dalam proses lelang di Unit Layanan Pengadaan (ULP), namun ia mengatakan kurang yakin netralitas pelayanan dikedepankan.

“Budaya titip menitip proyek sampai saat ini masih bisa terjadi. Karena, ULP menurut saya masih belum independen walau stafnya diambil dari tiap-tiap SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) yang sudah bersertifikat,” tukasnya.

Ia melanjutkan, proses lelang proyek yang kerap terjadi di Kota Bogor sering diundur-undur.

“Selanjutnya bila jagoannya tidak lolos maka lebih baik digugurkan semua. Dan, kemudian dilakukan lelang ulang. Hal itu sudah beberapa kali terjadi. Lelang ulang bahkan waktunya habis sehingga menjadi Silpa (Sisa Lebih Penggunaan Anggaran). Itu salah satu modusnya,” ujarnya.

Hal lain, Ketua FPJK Kota Bogor ini juga menyarankan agar Lembaga Pemberdayaan Maysrakat (LPM) yang ada di tiap kelurahan dioptimalkan perannya, terutama untuk melakukan pengawasan pengerjaan proyek dilingkungannya.

“Perlu ada keterlibatan pengurus masyarakat seperti LPM untuk ikut memastikan pengerjaan proyek terhindar dari praktik korupsi, seperti mengantisipasi dugaan mengurangi kualitas atau kuantitas bahan baku dari ketentuan. Kita FPJK bersedia memberi pembekalan, mulai dari pengenalan payung hukum hingga ke hal teknis,” tuturnya.

Sebagai informasi, gedung DPRD Kota Bogor yang baru ditargetkan selesai pada tahun 2017. Kategori pembangunan gedung wakil rakyat ini seluas 1.4 hektar yang akan dibangun di Jalan Pemuda, Ke­camatan Tanah Sareal ini menelan angga­ran yang fantastis sebesar Rp75 milliar dan merupakan proyek multiyear. (eko)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR