Sopir Angkot Demo, SSA Disebut Kebijakan Bikin Sengsara

BOGOR – Pemberlakuan ujicoba Sistem Satu Arah (SSA) dianggap merugikan para pengemudi angkotan kota (angkot). Hari ini, Kamis (7/4/2016), puluhan angkot menggelar aksi protes menuntut agar jalur dikembalikan seperti semula.

Unjuk rasa tersebut dilakukan sopir angkot 01, 02, 06, 11, dan 13. Mereka melakukan aksi unjuk rasa di Balebinarum dan Tugu Kujang kemudian dilanjutkan ke Balaikota Bogor. Beberapa sopir pun melakukan aksi sweeping dan mengajak sopir lain ikut mogok operasi. Para penumpang yang ada di dalam angkot pun diminta turun paksa. Beberapa sopir yang tidak mau ikut mogok buru-buru memacu laju angkotnya.

Pantauan indeksberita.com, sejumlah supir berhenti di Jalan Juanda tepatnya depan BCA-Gereja Zebaot. Akibat aksi ini kemacetan menimbulkan kepadatan  diruas Jalan Pajajaran dari Sukasari-Baranangsiang-Tugu Kujang padat.

“Aksi demo ini dak-dakan. Kami para sopir angkot keberatan dengan diberlakukannya SSA. Kebijakan ini membuat pendapatan kami merosot. Yang seharusnya setiap hari kami bisa 4 rit. Sekarang jadi turun Cuma 1 atau dua rit karena jarak makin jauh,” ujar Suhanda, pengemudi angkot 02, Bogor-Bubulak.

Pada bagian lain, kebijakan Walikota Bogor terkait ujicoba SSA ini disebut tidak adil. Sebab, ada jalur angkot yang semakin jauh jarak tempuhnya. Sementara trayek angkot yang lain jarak tempuhnya tetap.

“Ini jelas tidak adil bagi kita. Dan, cuma menguntungkan trayek tertentu. Intinya kami minta walikota meninjau kembali kebijakan SSA karena hanya bikin susah rakyat kecil. Yang diuntungkan dalam SSA ini kan cuma walikota, kalau pulang perghi dari rumah dinas ke balaikota terhindar dari macet,” tuding Anwar, pengemudi angkot 11, (Padjaran Indah-Psr Bogor). (eko)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR