SPBU Nibung Beroperasi, Masyarakat Tak Lagi Menempuh Jarak 45 Km Untuk Dapat BBM

SPBU Nibung (SPBU Kompak 25.316.30) diresmikan untuk mendukung Kebijakan BBM Satu Harga di Sumsel (Edy Santry)

Kini masyarakat Kelurahan Karya Makmur dan 10 desa di Kecamatan Nibung tak lagi harus menempuh jarak sejauh 45 Km menuju SPBU terdekat untuk mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM). Hal ini terjadi setelah Pertamina memfasilitasi berdirinya SPBU Nibung di Kabupaten Musi Rawas Utara, Propinsi Sumatera Selatan, sebagai penyalur BBM Satu Harga.

SPBU Kompak 25.316.30 ini diremsikan Jumat (9/11/2018), beroperasi dibawah wilayah Pertamina MOR II Sumbagsel. BBM untuk SPBU ini disuplai dari Terminal BBM Lubuk Linggau, dengan total jarak tempuh mencapai 130 Km dan waktu perjalanan mencapai 3 sampai 4 jam.

Setidaknya, ada empat produk, yakni Jenis Bahan Bakar Penugasan Premium, Jenis Bahan Bakar Tertentu Solar dengan alokasi sementara untuk dua jenis BBM ini sebesar 144 kiloliter perbulannya.

Operation Region II Sumbagsel, Primarini melalui pesan tertulisnya mengatakan bahwa Dengan adanya SPBU ini, nantinya masyarakat dapat membeli Premium dan Solar dengan harga yang sama dengan masyarakat di seluruh wilayah Indonesia. Selain itu, Primarini juga mengungkapkan bahwa pihaknya juga menyediakan alternatif produk lain.

“Kami jugq siapkan alternatif lain yang difasilitasi dua dispenser dan delapan nozzle, kami optimis kebutuhan energi masyarakat Nibung dapat terpenuhi dan terlayani dengan baik,” ujar Primarimi , Sabtu (10/11/2018).

Berdirinya SPBU tersebut , lanjut Primarini, disamping Pertamina sebagai eksekutor, juga tak lepas dari sinergritas semua pihak terutama Komisi VII DPR RI, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas), dan Pemerintah Daerah Musi Rawas Utara.

“Kami bersyukur dan bahagia, serta mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Pemda Musi Rawas Utara dan BPH Migas karena pada hari ini kita sekali lagi bersinergi mendukung program pemerintah untuk berkomitmen dan mewujudkan keadilan energi, keadilan sosial bagi masyarakat Indonesia, khususnya pada hari ini di Nibung,” tuturnya.

Primarimi menjelaskan, sesuai Peraturan Menteri ESDM No.136 Tahun 2016 tentang Percepatan Pemberlakuan Satu Harga Jenis Bahan Bakar Tertentu (Solar) dan Jenis Bahan Bakar Khusus Penugasan (Premium) Secara Nasional, Pertamina ditargetkan mendirikan lembaga penyalur di 150 titik di seluruh Indonesia selama 3 tahun dari 2017-2019.

Pada tahun 2017 ditargetkan 54 lokasi, tahun 2018 sebanyak 67 lokasi dan 29 lokasi pada tahun 2019. Hingga 9 November 2018, Pertamina telah mengoperasikan dan melakukan uji operasi terhadap lembaga penyalur BBM Satu Harga dengan total sudah mencapai 116 titik di daerah 3T, terdepan, terluar, dan terpencil.

“Dengan beroperasinya lembaga penyalur BBM Satu Harga di Nibung, dengan mengucap rasa syukur, Pertamina MOR II Sumbagsel dengan ini sudah merealisasikan seluruh lokasi BBM Satu Harga dari target empat titik yang sudah ditentukan di tahun 2018. Sebelumnya kami sudah meresmikan di Enggano, Bengkulu pada tahun 2017, Lalan, Musi Banyuasin pada September 2018, dan Suoh, Lampung Barat pada Oktober 2018,” paparnya.

Dengan mulai beroperasinya SPBU Kompak 25.316.30 tersebut, Primarini berharap dapat memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi di daerah Nibung dan Musi Rawas Utara pada umumnya. Di sisi lain, Primarini juga mengungkapkan harapannya kepada seluruh pihak dan juga Pemda Musi Rawas Utara untuk turut mengawasi penyaluran BBM untuk masyarakat di SPBU Kompak tersebut.

“Harapanya tentu untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Kita juga akan terus melakukan pengawasan agar kontinyutas SPBU Kompak ini dapat terjaga dan tepat sasaran dalam melayani masyarakat kedepannya,” tutup Primarimi.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR