Steven & Coconut Treez Kembali dengan Rasa Intimate Spirit

Iwanouz, Tege, Rival, dan Steven dalam Steven & Coconut Treez ( foto: dok Steven & Coconut Treez )

Dalam rilisnya yang dikirim ke berbagai wartawan, Steven & Coconut Treez Kembali Bikin Konser. Direncanakan konser yang bertajuk spirit of reggae itu, akan berlangsung di Kota Palu Sulawesi Tengah, 31 Maret 2018 mendatang.

Parveen Mohamad, selaku pihak media publisher membenarkan, bahwa Steven & Coconut Treez yang sudah vakum selama delapan tahun itu akan manggung lagi. Skena musik reggae dan raggaeman di tanah air, lanjut Parveen, ibarat lesu darah akan kembali dibuat bergairah dari titik tengah Indonesia, yaitu di Kota Palu, Ibu Kota Sulawesi Tengah.

“Konser ini juga bisa dikatakan sebagai awal memulainya perjalanan baru mereka dalam bermusik, terutama bergenre reggae pastinya,“ ucap Parveen saat diminta memberikan keterangan terkait rilis tersebut, Kamis 22 Februari 2018.

Grup musik yang penah hits dengan lagunya Welcome to My Paradise ini, memang sempat vakum, setelah tampilan mereka dalam acara pergantian tahun baru 2010 di Sarinah Jakarta. Mereka berpisah memilih karir sendiri-sendiri dalam bermusik secara solois.

Seperti Steven N Kaligis, yang merupakan vokalis dari grup band tersebut, memilih asik menyendiri dengan Steven Jam-nya. Rival Himran yang dikenal pecabik bass, fokus pada garapan projeknya yang bernama Man. Begitu pula A Ray, sang gitaris kala itu memilih bersolo karir.

Maka itu Parveen berharap, meski dalam formasi personil yang tidak lengkap nanti, konser ini tetap sebagai pelepas rindu di antara mereka. Tentu saja hal itu ditandai dengan lagu “Kembali” di album perdana mereka berjudul The Other Side.

“Dari tujuh mereka di grup band ini, mungkin nanti drummer kita additional, A Ray sendiri belum bisa bersama dulu nanti, masih sibuk dengan garapan solonya. Teddy yang sudah meninggal, saat itu mainkan perkusi,“ jelas Parveen.

Masih melekat di ingatan raggaeman dan khalayak pastinya. Selain dikenal pernah hits denga lagu Welcome to May Paradise di tahun 2005. Steven & Coconut Treez ini juga dikenal dengan albumnya, The Other Side juga di tahun 2005. Di album lain Easy Going di tahun 2006, dan Good Atmosphere di tahun 2008, serta Feel The Vibration di tahun 2010.

Mewarnai blantika musik reggae Indonesia mereka bertujuh saat itu tampil adalah, Steven (vokal), A Ray Daulay (gitar), Teguh Wicaksono (gitar), Rival Himran (bass), Iwan (keyboard), Tedy Wardhana (perkusi) dan Aci (drum).

“Yang tentunya, lagu-lagu yang tak asing di telinga penggemarnya itu, akan diolah kembali, remake dengan sentuhan baru nanti, “ jelas Parveen.

Meski Parveen belum bisa menyampaikan, lokasi berlangsungnya konser di Kota Palu nanti. Ia tetap optimis konser tersebut akan tetap berlangsung. Bahkan menurut dia, untuk mengakhiri kevakuman Steven & Coconut Treez, sekaligus sebagai obat kerinduan reggaeman. Acara itu mendatangkan Melani Subono, Masanies, dan Dave Syauta dari The The Paps.

“Tujuannya supaya nuansa intimate concert spirit of reggae ini lebih menonjol dan terasa, “ ucap Parveen.

Sebagai musisi reggae yang cukup terlatih. Juga ditunjukkan oleh Rival. Pada sebuah kesempatan ia mengatakan, tampilannya nanti bukan sekadar mencuri hati reggaeman yang datang. Tetapi lebih dari itu, menurut Rival, konser nanti lebih ke sharing para penikmat musik reggae.

“Bagaimana nanti raggaeman ini lebih peduli lingkungan misalnya, daripada menikmati konser,“ kata Rival ketika bertemu di Kota Palu belum lama.

Musik reggae, lanjut Rival, yang identik dengan perjuangan kelas, kepedulian sosial. Tentu saja sangat tepat jika nanti acara tersebut lebih menonjolkan silaturahmi daripada menikmati konser. “Insyaallah nanti bisa dan semoga terealisasi semua, “ tambah Rival.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR