Sungai Hitam, Destinasi Wisata Eksotik Di Kab. Nunukan yang Bisa Punah

Dari jarak sekitar 10 meter sudah terdengar gemericik suara air mengalir, yang menabrak bebatuan. Dan ketika sudah sampai di pinggir sungai, akan tampak maha karya Tuhan yang sangat eksotik. Sebuah pemandangan alami yang jarang sangat langka dan jarang ditemukan di daerah lain.

Sepanjang sungai selebar 12-13 meter tersebut mengalir dengan deras air berwarna hitam kecoklatan diatas bebatuan Sabodam atau sedimen berwarnaa hitam. Sekilas memang aneh, unik dan mengerikan. Apalagi dengan derasnya air yang menghasilkan jeram tersebut. Namun bagi para wisatawan yang gemar melakukan ekpedisi, tempat seperti ini justru menjadi pesona tersendiri yang sangat terasa keindahanya. Apalagi tatkala sudah bersentuhan langsung dengan sejuknya air tersebut, maka terasa lengkap sentuhan eksotik dari sungai yang berada di Kecamatan Sei Menggaris, Kabupaten Nunukan.

raw-2

Untuk menuju kawasan Sungai Hitam tersebut, memang dibutuhkan tenaga prima mengingat belum adanya akses langsung menuju lokasi. Namun buat para traveller hal tersebut bukan halangan sama sekali. Dari Kota Kabupaten

Nunukan harus ditempuh dengan 3 jam menggunakan speed boat dan sekitar satu setengah jam dari pelabuhan Sebakis menuju Camp karyawan PT NJL.lm Jika ditarik garis lurus, waktu tempuh dari Sungai Hitam ke perbatasan darat Malaysia sekitar 2 jam dengan kendaraan bermotor.

Tempat tersebut memang belum terekspos sehingga masih jarang wisatawan yang berkunjung. Itu yang membuat nuansa alami dari kawasan tersebut masih sangat kental. Namun ancaman eksploitasi hutan yang kadang diluar batas, bisa saja akan memusnahkan nilai-nilai keindahan ekosistem di wilayah tersebut.

raw-4

Hal tersebut diucapkan oleh Iswanto salah seorang Aktivis Buruh yang sempat mengunjungi lokasi tersebut. Dia mengatakan bahwa Sungai Hitam adalah aset wisata, bukan hanya untuk Kabupaten Nunukan melainkan juga untuk Indonesia. Apalagi di areal tersebut tidak hanya aliran sungainya yang memikat, juga pesona hutannya yang menyimpan beraneka satwa dan fauna seperti Anggrek dan tumbuhan Nepenthes atau Kantung Semar yang saat ini mendekati kepunahan.

“Saya rasa kita terlalu bodoh dan kufur nikmat jika karunia Tuhan berupa keindahan Sungai Hitam dan Hutanya ini kita abaikan. Saya berharap Pemda dapat membatasi gerak para pembalak liar maupun eksplotir hutan, agar kelestarian kawasan tersebut tetap terjaga.Saya juga berharap kepada siapapun untuk sama-sama menjaga tempat yang Insha Allah akan kita wariskan ke anak cucu kelak. Wilayah tersebut sebuah anugerah Tuhan yang jarang dimiliki daerah lain, untuk itu jika tidak mampu untuk merawat, setidaknya jangan merusak,” ucapnya.

Melihat geografis kawasan Sungai Hitam yang memang bersebelahan dengan perkebunan kelapa sawit, jika tidak ada pembatasan khusus dalam pembukaan lahan, maka pesona keindahan dari sungai beserta hutan di kawasan tersebut akan punah.

BAGIKAN

5 KOMENTAR

  1. kalau mau tetap lestari dan terpelihara dgn baik stop memberi ijin membuka lahan perkebunan sawit, oc mari kita jaga cagar alam yg ada.

  2. Sepakat ,tmpt-tmpt spt ini harusnya dikelola dgn baik agar bkn hanya sbgai cagar alam tetapi jg dpt menjadi destinasi wisata. apalagi zaman skrg wisatawan jauh lbh berminat utk mendatangi tempt-tmpt yg bernuansa alam ketimbang prgi berlibur ke pusat kota.

TINGGALKAN KOMENTAR