Supermoon, Menag Imbau Umat Muslim Shalat Gerhana

Jakarta – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengimbau semua umat muslim di Indonesia untuk menunaikan shalat gerhana atau shalat khusuf saat terjadi Gerhana Bulan Total (GBT) tanggal 31 Januari 2018 besok, bertepatan dengan tanggal 14 Jumadil ‘Ula 1439 Hijriah.

“Gerhana bulan merupakan peristiwa alam yang kali ini cukup spesial karena gerhana total. Dalam ajaran Islam ada dikenal sholat sunnah gerhana bulan. Kami di kemenag telah menyebarluaskan imbauan sebaiknya umat Islam sholat sunnah,” kata Menag saat diwawancarai awak media di gedung MH Tahmrin, Jakarta, Selasa (30/01).

Dijelaskan Menag Lukman, karena sholat gerhana bulan ini tidak biasa dilakukan, dan untuk memberikan pemahaman bersama bagi masyarakat, Kementerian Agama membuat tatacara sholat gerhana tersebut.

“Karena tidak semua umat mengerti sholat gerhana, kami sudah sebarluaskan tatacara sholat gerhana bulan melalui Kanwil Kemenag Provinsi, hingga Kankemenag kabupaten kota,” ujar Menag.

Sebelumnya, seperti yang dilansir Kepala Biro Humas, Data dan Informasi Dr. Mastuki. M.Ag dalam pesan tertulisnya menyatakan, Dirjen Bimas Islam Muhammadiyah Amin menjelaskan bahwa hampir seluruh kawasan Indonesia dapat mengamati peristiwa gerhana bulan total tersebut.

Awal gerhana diperkirakan mulai pukul 20:48 WIT, 19.48 WITA atau 18.48 WIB. Puncak gerhana akan terjadi pada pukul 20.29 WIB, dan akhir gerhara bulan total pada pukul 22:11 WIB.

Adapun tatacara salat gerhana adalah sebagai berikut:

a. Berniat di dalam hati;

b. Takbiratul ihram, yaitu bertakbir sebagaimana shalat biasa;

c. Membaca do’a iftitah dan berta’awudz, kemudian membaca surat Al Fatihah dilanjutkan membaca surat yang panjang (seperti surat Al Baqarah) sambil dijaharkan (dikeraskan suaranya, bukan lirih). Hal tersebut sesuai dalam hadits yang diriwayatkan Siti Aisyah: “Nabi Saw. menjaharkan (mengeraskan) bacaannya ketika salat gerhana.”(HR. ukhari no. 1065 dan Muslim no. 901);

d. Ruku’ sambil memanjangkannya;

e. Bangkit dari ruku’ (i’tidal) sambil mengucapkan “Sami’allahu Liman Hamidah, Rabbana Wa Lakal Hamd”;

f. Setelah i’tidal ini tidak langsung sujud, namun dilanjutkan dengan membaca surat Al Fatihah dan surat yang panjang. Berdiri yang kedua ini lebih singkat dari yang pertama;

g. Selanjutnya Ruku’ kembali (ruku’ kedua) yang panjangnya lebih pendek dari ruku’ sebelumnya;

h. Kemudian bangkit dari ruku’ (i’tidal);

i. Kemudian sujud yang panjangnya sebagaimana ruku’, lalu duduk di antara dua sujud kemudian sujud kembali;

j. Bangkit dari sujud lalu mengerjakan raka’at kedua sebagaimana raka’at pertama hanya saja bacaan dan gerakan-gerakannya lebih singkat dari sebelumnya;

k. Salam. Setelah itu imam menyampaikan khutbah kepada para jemaah yang berisi anjuran untuk berdzikir, berdoa, beristighfar, bersedekah.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR