Surya Paloh : Tidak Ada Tempat Buat Radikalisme di Indonesia

Keterangan foto : Dalam pidatonya Surya Paloh menegaskan bahwa Radikalisme tak boleh diberi tempat di NKRI, Selasa (14/11/2017)

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang plural dan kemajemukanya tak terbantahkan. Untuk itu tidak ada alasan lagi untuk mempermasalahkan kembali seluruh komitmen nasional yang telah digagas oleh para pendiri NKRI lewat Pancasila. Jadi tak ada tempat bagi radikalisme di Indonesia

Hal tersebut diungkapkan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh saat bertindak menjadi Inspektur Upacara Apel Nasional Garda Pemuda NasDem di area Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Selasa (14/11/2017).

Didepan 1.300 peserta yang menghadiri acara tersebut, Surya meminta agar Garda Pemuda NasDem ikut melibatkan diri dalam membentengi Pancasila dari pihak-pihak yang ingin mengganti dasar negara. Surya juga menegaskan dihadapan massa yang hadir bahwa Radikalisme tidak ada tempat lagi di NKRI.

“Garda Pemuda NasDem adalah benteng pluralisme kesatuan negara Indonesia. Tidak ada tempat bagi kaum radikalisme yang mencoba-coba untuk mengganggu dan mengganti ideologi kebangsaan Pancasila,” tandas Surya.

Surya juga menekankan, Apel Garda Pemuda kali ini adalah untuk mengajak kaum muda khususnya kaum mileneal agar siaga menjaga keberagaman. Kebhinekaan yang merupakan rahmat dari Tuhan Yang Maha Esa,menurut Surya,harus selalu dijaga karena dengan menghormati keberagaman tersebut akan muncul persatuan dan menuju kesatuan bangsa.

“Bangsa ini tidak boleh hancur karena kesalahpahaman sesama anak bangsa yang saling meremehkan perjuangan para pendiri negara ini,” tegasnya.

Menurut Surya, kemajuan bangsa Indonesia ke depan sangat bergantung pada kemampuan para pemudanya dalam menjawab tantangan di era kemajuan teknologi saat ini. Harapan untuk meraih kemajuan bukan lagi pada generasi-generasi pendahulu. Ia mengharapkan Garda Pemuda NasDem dapat menjadi ujung tombak gerakan perubahan untuk merestorasi Indonesia.

“Tumpuan harapan untuk mempercepat proses pengisian kemerdekaan terletak pada kaum muda bangsa. Indonesia akan berbangga hati dan bersukacita memiliki anak-anak bangsa yang memiliki tingkat kesadaran tinggi dalam membela dan mengibarkan semangat patriotisme serta nasionalisme,” ujarnya.

Surya juga mengingatkan saat ini Indonesia akan menghadapi tahun Pemilu, tahun yang sangat menentukan bagi kemajuan perjalanan kehidupan bangsa. Maka menurut Surya, peran serta pemuda dalam pesta demokrasi adalah sangat vital guna menentukan perjalanan bangsa.

“Kesiagaan kalian sepenuhnya adalah untuk menjelaskan kepada masyarakat bahwa kalian cinta sama negri ini dan ingin negri ini tetap terjaga secara baik,” pungkasnya.

BAGIKAN

11 KOMENTAR

  1. Apabila kita semua masih cinta Indonesia, kita harus menghentikan infiltrasi ideologi, radikalisme, dan terorisme di perguruan tinggi seluruh Indonesia agar rasa persatuan dan persaudaraan semakin kuat.

  2. Dalam sejarah Islam sebenarnya terorisme dan radikalisme berawal dari kaum khawarij. Pada saat itu kaum khawarij mengutus 3 orang pembunuh jitu untuk membunuh tiga tokoh islam pada waktu itu yaitu Ali bin Abi thalib, Mu’awiyah bin abi Sufyan dan Amr bin Al-Ash.

  3. Negara-negara yang kaya akan sumber daya alam, makmur, dan aman menjadi incaran negara-negara yang saling bersaing. Cara melemahkan negara secara militer memakan biaya finansial dan politik yang mahal. Cara baru dikerahkan dengan menyusupkan gagasan-gagasan radikalisme dan bibit-bibit terorisme melalui berbagai cara, termasuk melalui internet.

  4. Masyarakat harus berani melawan radikalisme. Radikalisme yang cenderung menghalalkan aksi teror sebagai bagian dari gerakannya, bukan hanya tidak sesuai dengan budaya masyarakat Indonesia, tetapi juga mengganggu keamanan masyarakat.

  5. Setuju banget,apalagi sekarang banyak pihak ada yg berani menjadikan agama sbg kedok dalm penyebaran radikalisme

TINGGALKAN KOMENTAR