Tabrakan Speed Boat di Nunukan, 5 Orang TKI Ilegal Meninggal

Keterangan foto: Korban yang meninggal dalam tabrakan speed boat di Nunukan (perairan Sebatik), Kalimantan Utara, Jumat (29/6/2018)

Dua kapal cepat (speed boat) mengalami insiden tabrakan di Perairan Sebatik, Nunukan, Kalimantan Utara, Jumat (29/6/2018). Tabrakan speed boat di Nunukan tersebut, mengakibatkan 5 orang meninggal dan 1 orang dalam keadaan kritis.

Dikabarkan, speed boat tersebut mengangkut 18 orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal. Dikutip dari kabarutara.com , seorang saksi mata bernama Aminudin mengatakan bahwa kecelakaan terjadi di sekitar 100 meter dari pelabuhan Sei Nyamuk Sebatik, Nunukan. Speed boat yang membawa TKI illegal bertabrakan dengan speed boat pengangkut Tenaga Kerja dari Filipina.

“Kejadiannya sekitar 100 meter dari pelabuhan Sei Nyamuk Sebatik, satu speed memuat 16 orang TKI, speed lain menurut pemuat TKI speed dari Filipina,” tuturnya, Jumat (29/6/2018).

Amiruddin menceritakan bahwa kedua speed sama – sama tak menyalakan lampu jalan, akhirnya kedua speed tak bisa menghindari benturan karena baru melihat ada speed lain saat jarak sudah sangat dekat dan mustahil menghindar.

Sementara itu, Kepala kepolisian sektor Sebatik Timur Ajun Komisaris Polisi Oman Purnama mengatakan bahwa insiden yang menewaskan 5 orang tersebut bukan tabrakan namun speed pemuat TKI membentur sesuatu di perairan. Tapi hingga kini pihaknya belum berani memberikan keterangan resmi perihal kecelakaan tersebut dikarenakan kapten /motoris dari kedua speed boad tersebut belum diketemukan.

“Bukan tabrakan tapi menabrak sesuatu, kita masih belum bisa beri keterangan karena para saksi mata masih trauma. Saya belum tau apakah motoris ini sembunyi, mengamankan diri atau kemana saya belum tahu, makanya belum bisa kasih penjelasan lengkapnya,” papar Oman.

Terpisah, anggota DPRD Kabupaten Nunukan Andi Mutamir kepada indeksberita.com menyatakan duka cita terhadap para korban dari kecelakaan tersebut. Kedepan ia berharap agar semua stakeholder di Kabupaten Nunukan bisa bersama-sama merumuskan pengamanan diwilayah itu mengingat wilayah perairan tersebut sebagai jalur yang rawan penyelundupan tenaga kerja.

“Kedepan kita harap agar semua stakeholder dapat duduk bersama membahas hal ini. Karena tempat itu jalur yang rawan penyelundupan,” ujar Andi.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR