Tanggul PLTM Jebol, 11 Rumah Warga Diterjang Longsor

Tanggul PLTM yang jebol diduga penyebab musibah longsor.

Sebelas rumah warga Kampung Muara RT.03/02 Desa Cibunian Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor rusak diterjang longsor, Sabtu (10/6/2017) pagi. Material longsor yang secara tiba-tiba menyapu hunian warga tersebut terjadi akibat tanggul PLTM jebol. Tanggul PLTM (Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro), yang jebol terletak di Cianten 1B milik PT.Jaya Dinamika Giohidroenergy (PT. JDG).

Selain rumah warga yang 3 diantaranya mengalami kerusakan berat, dua kendaraan roda dua juga ikut terbawa longsor yang merendam puluhan petak sawah milik warga. Warga setempat, Ali Topan Vinaya (35) kepada indeksberita.com mengungkapkan, musibah longsor itu bukan karena bencana alam, namun diduga karena kerusakan alam.

“Jelas, kejadian bencana longsor ini bukan karena faktor alam (Forcemajuer) tapi dikarenakan ulah dari tangan-tangan manusia (red. PT.JDG). Pemkab Bogor harus segera melakukan pengkajian ulang tentang kontruksi bangunan water way yang berada di lokasi Cianten 1B”, tukasnya.

Kesal keberadaan PLTM dilingkungannya mengakibatkan bencana, Ali Topan juga minta Pemkab Bogor segera melayangkan surat ke Kementrian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) dan DPR RI, untuk segera menutup PLTM Cianten.

“Bencana yang terjadi saat ini diduga akibat keberadaan PLTM yang membuat kerusakan lingkungan sehingga berdampak longsor,” ujarnya.

Sementara, di tempat yang sama, Jaen (30), salah satu warga yang rumahnya mengalami rusak berat berkomentar senada.

Material longsor merusak rumah warga

Material longsor merusak rumah warga

“Sebelum adanya bangunan Water Way dan HeadPhone milik PT. JDG, kejadian longsor tidak pernah terjadi. Longsor yang terjadi pagi ini bukan untuk yang pertama kalinya, karena sebelumnya pernah juga terjadi namun skala kecil di tempat yang sama,”ujarnya.

Dirinya berharap, Pemkab Bogor segera memberikan ganti rugi terhadap kerugian yang dialami warga.

“Setelah adanya pembangunan PLTM Cianten 1B milik PT.JDG, longsor juga pernah terjadi pada tanggal 22 November 2015 mengakibatkan matinya ratusan ton ikan milik para petani. Tapi, kerugian para petani tersebut, sampai saat ini belum ada kejelasannya,” ucapnya.

Terpisah, Kepala Bidang Kedaruratan dan Bencana BPBD Kabupaten Bogor Budi Aksomo mengatakan, peristiwa longsor tersebut terjadi sekitar pukul 06.10 WIB. “Diduga longsor terjadi karena hujan deras yang datang mengguyur lokasi tersebut,” kata Budi.

Menanggapi musibah longsor, anggota DPRD Kabupaten Bogor, Wahyanto menyampaikan, pihaknya akan meminta pemkab menghentikan kegiatan sementara perusahaan di lokasi tersebut.

“Hingga saat ini, sudah kedua kalinya musibah terjadi. Pemkab Bogor harus segera berani menghentikan sementara kegiatan perusahaan tersebut  dan perlu dilakukan kajian kembali,” tuntasnya.

Pantauan media online ini, material longsor setebal 15 cm terlihat berserakan masuk kediaman warga, dan menutupi lahan. Hingga tadi siang, warga dibantu Koramil, Polsek, Kecamatan dan Desa setempat masih melakukan evakuasi di lokasi kejadian.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR