Tangkal Kejahatan Siber, Kemenkominfo Luncurkan Tanda Tangan Digital

Foto: Shah Evan/indeksberita

MEDAN — Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Republik Indonesia meluncurkan teknologi digital berupa tanda tangan digital (digital signature). Teknologi ini diklaim mampu menangkal kejahatan siber (cyber crime).

Sebagaimana disampaikan Direktur Jendral Aplikasi Informatika Kemenkominfo Samuel Abrijani Pangerapan saat sosialisasi program tanda tangan digital dan penerbitan 1.000 tanda tangan digital kepada mayarakat Sumatra Utara di Medan, Kamis (24/11/2016), teknologi memang telah memberikan berbagai kemudahan bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas kesehariannya.

“Namun tak dapat dipungkiri era digital juga melahirkan ancaman kejahatan baru, yaitu kejahatan siber,” kata Samuel.

Sebagai solusi untuk membantu masyarakat menangkal ancaman kejahatan siber, terutama ketika melakukan transaksi elektronik, Kemenkominfo, sambung Samuel, menyiapkan sistem baru yaitu memanfaatkan teknnologi tanda tangan digital.

Samuel mengungkapkan, saat ini Pemerintah Indonesia sedang gencar-gencarnya melakukan sosialisasi pemanfaatan tanda tangan digital ke semua lapisan masyarakat agar dalam waktu dekat mulai bisa digunakan sebagai solusi untuk membantu masyarakat dalam meningkatkan keamanan ketika melakukan perturakan dokumen dan transaksi elektronik.

“Penggunaan tanda tangan digital memberikan jaminan keamanan pada transaksi elektronik karena terdapat suatu mekanisme otentifikasi dan verifikasi dimana setiap orang akan memiliki file yang unik,” kata Samuel.

Dengan pengaman Personal Identification Number (PIN) yang harus dimasukkan sebelum melakukan tanda tangan digital, sehingga tidak memungkinkan pihak luar manapun memanipulasi atau menyalahgunakannya.

Samuel menjelaskan, tanda tangan digital bukan merupakan tanda tangan basah yang dipindai dan dilekatkan dalam file digital. Namun, dokumen yang diproses melalui aplikasi di komputer untuk menjamin keaslian agar tidak dapat diubah oleh siapapun juga. Untuk meningkatkan keamanan tanda tangan digital tersebut, lanjutnya, pengguna harus memiliki hardware berupa flashdisk yang perannya sama dengan kartu debit karena dilengkapi PIN saat akan menggunakannya.

Tanda tangan digital merupakan sebuah file yang digunakan untuk mengidentifikasi seseorang atau entitas secara online yang dikeluarkan oleh Certification Authority (CA). CA mengonfirmasi bahwa tanda tangan tersebut betul-betul berasal dari penanda tangan dan dokumen belum diubah.

“Bila dianalogikan, CA memiliki peran hampir sama seperti halnya layanan kantor imigrasi yang menerbitkan dokumen Passport. Peran sebuah CA adalah untuk mengesahkan pemegang identitas digital,” tutur Samuel.

Tanda tangan digital ke depan dapat digunakan dalam semua transaksi elektronik karena telah memiliki kekuatan hukum seperti halnya dengan tanda tangan basah. Seperti tertuang pada Undang-Undang (UU) Informasi Transaksi Elektronik (ITE) No. 11 Tahun 2008, pasal 11 dan mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 82 Tahun 2012 tentang penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik.

Kemkominfo melalui program Sistem Verifikasi Identitas Online Nasional (Sivion), ujar Samuel, memanfaatkan teknologi Public Key Infrastructure untuk menerbitkan sertifikat digital yang dapat digunakan untuk tanda tangan digital.

“Proses pendaftaran, verifikasi dan penerbitan tanda tangan digital untuk masyarakat nantinya akan difasilitasi melalui program Sistem Verifikasi Online (SiVION) yang saat ini sudah bisa diakses melalui sivion.id,” tutur Samuel.

Elizabeth, salah satu peserta sosialisasi mengaku akan segera menggunakan tanda tangan digital. “Setelah saya simak dan ikuti sosialisasi ini,kesimpulannya,saya akan memakai tanda tangan digital untuk transaksi usaha saya,” kata Elizabeth kepada Indeks Berita.

Menurut dia, tanda tangan digital punya banyak keunggulan dibanding tanda tangan basah. “Dimanapun saya berada dokumen perusahaan yang memerlukan tanda tangan bisa dibubuhkan dengan tanda tangan digital.Selain itu tentu menekan pamakaian kertas,” ujarnya.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR