Tantowi Yahya Merilis Album Baru. Penyanyi “Kolonial” untuk Generasi Millenial

Tantowi Yahya merilis album 'Tantowi Yahya Best of The Best (19/2/2018) di Jakarta. (Foto Budi Ace)

Lebih kurang setahun menjadi Duta Besar Indonesia di Selandia Baru, Tantowi Yahya, pelantung lagu Country ini, tak kuasa menahan enerji musikalnya mengendap terlalu lama. Tantowi Yahya merilis album ‘Tantowi Yahya Best of The Best’, yang telah mengendap lama (sekitar 5 tahunan).

“Saya ini generasi kolonial, yang siap berkarya kembali untuk dinikmati oleh generasi millenial,” canda Tantowi Yahya, dengan gaya khasnya.

Dihadapan sejumlah wartawan, pada hari libur, Minggu, 19 Februari 2018, ia menyatakan bahwa peluncuran albumnya ini, selain memanfaatkan waktunya saat balik ke tanah air, ia juga merasa bertanggung jawab karena meninggalkan komunitas musik country yang telah dibentuknya.

“Ini adalah bentuk tanggung jawab moral saya, karena telah membentuk komunitas country di Indonesia selama belasan tahun lamanya. Diantara mereka ada yang protes karena saya menjadi duta besar. Bahkan protes itu sudah ada sejak saya masih jadi anggota DPR dulu,” ungkap TY, sapaan akrab Founder dan CEO Ceepee Production, perusahaan rekaman yang kembali mendorongnya untuk memproduksi album baru tersebut.

Nama Tantowi, meski lama menghilang dari panggung hiburan, nampak masih menjadi top of mind masyarakat penikmat musik di Indonesia. Sebut saja sejumlah sukses yang tak terlupakan menyertai langkahnya, baik sebagai Host ‘Who Want to be a Millionaire’, Ketua Umum PAPPRI (Persatuan Artis Penyanyi Penata Rekam Indonesia), Host Putri Indonesia, Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar dan sejumlah sukses yang menjaga eksistensinya.

“Dan tentu saja, saya satu-satunya, dari sedikit penyanyi Country yang masih tetap berkarya. Karena itu saya berharap banyak album ini sukses, sebagai test case. Jika saya sukses, maka penyanyi country lainnya akan menyusul kesuksesaan saya, yang merilis album ditengah perubahan orientasi pasar dan selera baru para millenials, ” terang pria kelahiran Palembang, 29 Oktober, yang kini bermukim di rumah keduanya. Wellington, Selandia Baru.

Sebanyak 15 lagu dalam album baru Tantowi Yahya ini, tentu saja mengalami perubahan signifikan dalam pola aransemennya. Betapa tidak, lagu-lagu yang direkam 5 tahun lampau itu, berorientasi dan adaptasi pada selera musik masyarakat ketika itu.

“Bayangin saja jika aransemen selera kolonial itu, harus didengerin oleh generasi millenial?” canda Tantowi, sembari menyebutkan sejumlah inovasi, kreasi serta perubahan dalam pola ritem dan aransemen dalam sejumlah lagu.

“Termasuk remastering audio master yang mumpuni untuk dinikmati oleh pendengar kekinian, pada awal Maret 2018 nanti,” tandasnya bersemangat.

Diantara yang berubah adalah, aransemen ulang oleh Erwin Gutawa, pada 2 nomor lagu, dari nuansa Pop Country ke cita rasa baru menjadi ‘Country Orchestra’.

Selebihnya, Tantowi yang sekaligus menjadi produser atas album, membuat warna ‘Country Cross Over Pop’, dengan melibatkan sejumlah nama penting dalam industri musik di tanah air, untuk duet dengannya, seperti Once Mekel dalam lagu ‘Nusantara’ yang pernah dipopulerkan oleh band legandaris, Koes Plus. Ada nuansa Country Rock yang cukup kental saat mendengarnya.

“Saya suka melakukan hal hal yang berbeda, karena mencerdaskan, termasuk nyanyi lagu country dengan penyanyi Country nomor satu di Indonesia, Tantowy Yahya,” jelas Once, yang sempat terkejut, puas dan bangga, mendengar hasil rekamannya.

Menyusul nama lainnya, Katon Bagaskara, Andre Hehanusa, Almarhum Benny Pandjaitan dan Helmy Yahya, adik kandungnya.

“Duet dengan Helmy, bukan hanya karena dia adik saya, tapi lagu yang kami nyanyikan adalah kenangan masa kecil, dimana kami pernah duet bersama dalam sebuah lomba untuk nyanyi lagu yang sama, dan disajikan dalam aransemen kekinian,” terang TY, yang selalu tampil fresh, enerjik dengan sense of humor yang terjaga

Memilih vokalis karena karakter masing-masing, untuk membuat irisan yang tegas, menjadi perpaduan nan harmonis, bahwa antara musik Country yang digelutinya bisa bersenyawa dengan karakter dan imej yang sudah melekat dalam diri tiap penyanyi.

“Setiap mendengar suara mereka yang berkarakter itu, pendengar akan langsung bisa menebak, itu suara siapa. Jadi lagunya terasa familiar bukan hanya karena pernah hits, tapi juga karena karakter penyanyinya. Kecuali saat mendengar suara penyanyi dangdut Ikke Nurjannah, orang tidak akan menyangka bahwa itu suara Ikke. Ini salah satu bukti, bahwa cengkok Dangdut mirip dengan cengkok Country. Buktinya, Ikke bisa lebur dan menyatu dalam musik Country,” urainya berpromosi.

“Nggak nyangka diajak rekaman lagu country. Awalnya gak pede, tapi ini jadi chalenges buat saya, dan alhamdulillah saya bisa nyanyi lagu Country atas mentoring Mas Tantowi,” aku Ikke Nurjannah, tersenyum puas, atas lagu ‘Making Believe’ yang dilantunkannya.

Jika album Country pertamanya belasan tahun silam, meraih sukses hingga 600 ribu copy, maka Tantowi, Team Work Ceepee Production dan KFC yang menjadi tempat penjualan album, sangat yakin, dan menaruh harapan besar serta optimisme atas suskesnya penjualan album ini.

Tantowi pun mengungkapkan, gaya promosi yang akan dilakukan oleh Seno M. Hardjo dan Ceepee Production, adalah memadukan antara gaya konvensional untuk bentuk penjualan cd dengan gaya millenials untuk promosi digital dibeberapa agregator musik digital.

“Apalagi saya menulis lagu sendiri untuk dinyanyikan bersama Katon bagaskara berjudul Tak Sendiri. Lagu ini, akan menjadi nilai tambah dalam karya saya, untuk dipersembahkan ke masyarakat Indonesia,” simpul Mas Tanto, sapaan akrabnya, sambil menjanjikan akan menggelar Konser Tunggal paska album ini dirilis.

Akhirnya, Andre Hehanusa, penyanyi berdarah Ambon asal Makassar, yang merupakan artis pertama yang diproduseri oleh TW, menegaskan bahwa, Tantowi Yahya adalah Produser, presenter, penyanyi country terbaik di Indonesia.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR