Target Penyaluran KUR 2018 untuk Sektor Produktif sebesar Rp 60 Triliun

Yuana Sutyowati, Deputi Bidang Pembiayaan Kemenkop dan UKM, dalam acara Gebyar Akhir Tahun KKMB dengan UMKM (5/12), di Jakarta, menyampaikan Target Penyaluran KUR 2018 (Foto Dokumen Humas Kemenkop UKM)

Pemerintah menargetkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk tahun 2018 sebesar Rp 120 triliun, dengan bunga diturunkan menjadi 7 persen. Dari jumlah dana yang akan disalurkan tersebut, target penyaluran KUR 2018 untuk sektor produktif sebesar Rp 60 triliu.

“Ini sudah diputuskan di KKSK (Komite Kebijakan Sektor Keuangan-red), adanya subsidi bunga ini harus memberikan added value bagi UMKM,” ujar Yuana Sutyowati, Deputi Bidang Pembiayaan Kemenkop dan UKM, usai membuka Gebyar Akhir Tahun KKMB (Konsultan Keuangan Mitra Bank) dengan UMKM, di Jakarta, Selasa (5/12).

Yuana mengatakan dengan menitik beratkan pada sektor produktif seperti misalnya manufaktur, agribisnis maupun pertanian, maka dampak terhadap kontribusi PDB (Produk Domestik Bruto) akan semakin besar sekaligus memberikan nilai tambah, dan penyerapan tenaga kerja.

Yuana menguraikan, segmen UMKM yang jumlahnya mencapai 59 juta, masih sangat luas untuk digarap.

“Apalagi data BI menunjukkan dari jumlah itu baru 19,1 persen yang tersentuh oleh bank, artinya masih 80,9 persen yang belum diakses perbankan,” katanya.

Deputi Pembiayaan mengapresiasi kontrobusi yang sudah diberikan KKMB dalam membimbing dan membuat UMKM bisa bankable.

Yuana Sutyowati, Deputi Pembiayaan Kemenkop dan UKM, dan Bambang Suharto Ketua KKMB di Jakarta. (Foto Dokumen Humas Kemenkop UKM)
Yuana Sutyowati, Deputi Pembiayaan Kemenkop dan UKM, dan Bambang Suharto Ketua KKMB di Jakarta. (Foto Dokumen Humas Kemenkop UKM)

“Apalagi saya dengar untuk usaha mikro, pendampingannya gratis, itu sangat saya hargai,” katanya.

Yuana berpesan, KKMB yang memiliki 14 wilayah di Indonesia, bisa bersinergi dengan para konsultan PLUT (Pusat Layanan Usaha Terpadu) yang tersebar di 51 daerah.

Lebih lanjut Yuana mengatakan, adalah penting bagi UMKM untuk melakukan penguatan kelembagaan melalui badan hukum, baik berbentuk koperasi maupun PT. “Ini agar bargaining position bisa lebih kuat karena memliki aspek legal,” tambahnya.

Berdayakan UMKM

Ketua DPP KKMB Nasional Bambang Suharto mengatakan, gebyar akhir tahun dengan UMKM ini digelar sebagai komitmen KKMB dalam memberdayakan UMKM sekalligus memperluas jaringan pemasaran UMKM.

“Perhimpunan KKMB saat ini sudah ada di 14 propinsi dengan jumlah anggota 300 orang dan akan terus bertambah baik wilayah maupun anggotanya,” jelasnya.

Ke 14 propinsi itu adalah Riau, Kep Riau, Sumbar, Lampung, Banten, DKI, Jabar, DIY, Sulbar, Gorontalo dan Papua. Mengenai kiprah KKMB, Bambang menjelaskan tahun 2016/2017, KKMB membantu menfasilitasi 2.500 IUMK (ijin usaha mikro kecil), membantu menfasilitasi sertifikat halal bagi 150 UMKM, penjualan online bagi 575 pengusaha, akses KUR bagi 470 UMKM.
Pihaknya juga akan meluncurkan
pasar terintegrasi pada awal 2018 yang membantu masalah. pemasaran online, pembiayaan dan konsultasi bisnis.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR