Tawuran Meningkat, Kota Bogor ‘Waspada’ Geng Motor  

Ulah geng motor di Kota Bogor makin meresahkan masyarakat. Tiap malam, patroli pun digencarkan karena hampir tiap jelang sahur, bentrok antar kelompok geng motor kerap berkelanjutan di beberapa tempat terpisah, dimulai dari Jumat, Sabtu (24-25/6/2016). Dua pemuda pun menjadi korban, tewas di jalanan.

Akhir pekan ini, tim gabungan yang terdiri dari unsur Polres Bogor Kota, TNI, Satpol PP menggencarkan patroli. Hasilnya, sebanyak 342 orang yang diduga akan tawuran bersama barang bukti 164 unit sepeda motor di Jalan Soleh Iskandar, Tanahsareal berhasil diamankan. Keterangan yang diperoleh dari Polres Bogor Kota, geng motor terdiri dari 321 orang pria, 21 orang diantaranya remaja putri.

Saat dilakukan pemeriksaan, sebagian remaja diketahui dalam kondisi berlumuran darah terkena sabetan benda tajam. Bahkan, seorang wanita yang terlibat dalam tawuran itu diketahui tengah hamil.

Meski sudah ditindak petugas kepolisian bersama TNI, namun hal itu belum membuat jera. Terbukti, aksi berandal geng motor Kota Bogor masih belum berhenti dan terus berkelanjutan. Minggu (26/6/2016) dinihari tadi, sekelompok geng motor kembali berniat melanjutkan bentrok. Beruntung hal itu bisa dicegah saat Kapolres Bogor Kota AKBP Andi Herindra dan Walikota Bogor Bima Arya bersama jajaran tim gabungan berpatroli.

Sebanyak 40 remaja tanggung, 3 diantaranya wanita ditangkap. Hasil pemeriksaan petugas, hampir semua pemuda anggota geng motor yang terdiri dari pelajar dan alumni sekolah tersebut dibawah pengaruh alkohol. Mereka dicokok karena terbukti membawa senjata tajam berupa gear, parang, golok, dan samurai.

Keseluruhan yang tertangkap langsung dibawa ke Makodim 0606 / Kota Bogor di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Bogor. Di markas TNI ini, diminta melepaskan bajunya. Mereka juga dihukum menyanyikan lagu Indonesia Raya. Para remaja yang diamankan ini bagian dari operasi cipta kondisi yang merupakan komitmen Polres Bogor Kota serta Muspida Kota Bogor untuk mencegah maraknya aksi tawuran.

“Operasi gabungan TNI-Polri, Pemkot, satpol PP ini menemukan segerombolan remaja yang jumlahnya tak terhitung. Saat kami periksa ditemukan berbagai macam senjata tajam,” tukas Kapolres Bogor Kota, Andi, kepada indeksberita.com, Minggu (26/6/2016).

Dikatakannya, remaja yang sebagian besar berstatus pelajar ditangkap saat melakukan konvoi menggunakan sepeda motor.

“Proses hukum akan dikenakan bagi mereka yang terbukti bawa senjata tajam atau sebagai penggerak keributan,” tegas Andi.

Soal merebaknya aksi bentrok pelajar yang memilih waktu saat sahur, Kapolres Bogor Kota mengajak peran serta orangtua ikut mengawasi gerak gerik putra-putrinya dirumah. Sebab, berdasarkan pemeriksaan terhadap ke 342 orang pada Sabtu (25/6/2016) lalu, para pelajar yang berusia belasan tersebut seharusnya mereka berada di rumah dan dalam pengawasan keluarga.

“Kita mengimbau kepada para orang tua, kiranya membatasi gerak putra-putrinya pada jam-jam yang seharusnya mereka tidak keluar rumah. Serta, tidak memberikan fasilitas kendaraan bermotor bagi mereka yang belum memiliki SIM dan disinyalir cenderung dipergunakan untuk kegiatan yang negatif,” pesannya sebagaimana dikutip media online ini.

Kapolres Bogor juga minta aparat wilayah mulai tingkat RT, RW hingga kelurahan ikut melakukan pengawasan. Secara tegas dia mengatakan, pelajar yang kembali mengulang aksi tawuran akan diberikan sanksi hukum sesuai prosedur yang berlaku. (eko)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR