Teddy Wibisana: Calon Anggota Kabinet Dari Partai/Non Partai, Harus Profesional

Pidato Presiden Menyikapi Hasil Rekapitulasi Suara Pilpres pada hari Selasa (21/5) di Kampung Deret

Pandangan dan harapan agar calon anggota Kabinet Joko Widodo-Maruf Amin mendatang diisi oleh orang-orang yang profesional, direspon dengan positive oleh banyak pihak. Salah satunya adalah Teddy Wibisana, aktivis Pro Demokrasi yang saat ini menjabat sebagai Komisaris di salah satu BUMN. Menurutnya, profesionalitas adalah tuntutan utama dan dibutuhkan di setiap jabatan, apa lagi jabatan menteri yang lingkup tanggungjawabnya besar.

“Profesional itu artinya memiliki kompetensi dan mematuhi etika. Kedua nilai tersebut sangat dibutuhkan, apalagi untuk jabatan publik,” kata Teddy, seperti yang kami rangkum dari laman Twitternya Sabtu (6/7/2019).

Yang ia pertanyakan justru ketika ada yang mempertentangkan latar belakang calon anggota kabinet tersebut, antara mereka yang berasal dari kepartaian dengan mereka yang profesional. Menurutnya mempertentangkan hal tersebut tidak tepat, karena partai juga diisi oleh orang-orang profesional.

Dalam akun media sosialnya, Teddy kemudian mencontohkan 2 figur partai dari PDIP yaitu Wahyu Sakti Trenggono (Pengusaha dan Bendahara TKN) dan Budiman Sudjatmiko. Ia menilai kedua figur tersebut sebagai orang partai yang profesional.

Trenggono menurutnya figur profesional dengan ide yang kuat. Idenya yang kuat yang bukan hanya menjadikannya sebagai pencipta sekaligus pemain utama di bisnis tower independen.

“Contoh Wahyu Sakti Trenggono, idenya kuat. Ia bukan hanya profesional, ia pioneer. Bisnis tower independent, ia yang temukan. Ia berasal dari PDIP, cocok sebagai menteri BUMN,” katanya.

Untuk Budiman sendiri, Teddy menilai Budiman adalah perpaduan antara Politisi dan tokoh profesional yang akan mampu bekerja berorientasi target. Apalagi, ia salah satu yang membidani lahirnya UU Desa.

“Budiman Sudjatmiko yang membidani UU Desa. Ia juga berlatar belakang PDIP layak menjadi Menteri urusan Desa,” ujar Teddy.

Menurutnya, sosok profesional masih banyak di partai politik, baik PDIP maupun partai lainnya. Tapi ia mengingatkan agar figur partai yang akan direkrut akan lebih baik jika berasal dari Parpol koalisi pendukung.

Teddy menjelaskan, Parpol adalah identitas perjuangan. Jika kita memiliki ‘tim work’ yang berasal dari parpol koalisi, maka menurutnya akan lebih terasa seperti bekerja sama dengan teman seperjuangan.

“Tapi kita tau masalah kabinet adalah hak preogratif Presiden. Mari kita serahkan saja sepenuhnya kepada Pak Jokowi untuk menentukan siapa saja yang akan ditunjuk sebagai menteri-menterinya kelak,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, sampai saat ini baik Jokowi maupun Kiai Maruf Amin belum menyusun Kabinet yang akan mereka pimpin. Bahkan ketika beredar daftar nama-nama calon anggota kabinet, Ketua Harian TKN Moeldoko dengan tegas mengatakan bahwa itu adalah informasi yang menyesatkan atau hoax.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR