Temanggung Fair 2016: “Kok Cuma Kopi?”

Pemerintah Kabupaten Temanggung menyelenggarakan Temanggung Fair 2016, di Gedung Pemuda Temanggung pada 27 sampai 31 Oktober 2016. Temanggung Fair semestinya menjadi ajang pamer semua produk unggulan daerah. Tetapi mengapa produk unggulan lokalnya hanya kopi?

Pada saat pembukaan, Jumat (27/10), Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan telah berusaha memasarkan berbagai komoditas Jawa Tengah ke negara yang dikunjunginya, seperti kopi dan gula semut ke Belanda. Namun perlu diakui sangat sulit tembus ke negara itu, hingga kemudian momen itu datang dengan akan adanya rencana kunjungan Perdana Menteri Belanda ke Semarang awal November 2016.

“Pihaknya memperbolehkan dengan syarat kopi produk Jawa Tengah khususnya Temanggung dan gula semut Banyumas dapat masuk ke Belanda,” kata Ganjar.

Ganjar mengapresiasi positif adanya Temanggung Fair, sebab dapat menjadi sarana promosi segala potensi yang dimiliki Kabupaten Temanggung dan mempertemukan antara produsen, pedagang dan pembeli.

“Namun akan sangat luar biasa jika kemudian ada pertemuan produsen, pedagang dan pembeli secara virtual dari segala penjuru dunia,” imbuhnya.

Orang nomor satu Jateng ini berharap pelaku usaha terutama petani dan produsen dapat cerdik untuk meningkatkan nilai tambah produk dengan peningkatan kualitas, kemasan dan taktik pemasaran dengan memanfaatkan jejaring, yang pada akhirnya adalah untuk pariwisata.

Tmg Fair1

50 Merek Kopi

Temanggung tampaknya kini sedang demam kopi. Petani di 20 kecamatan memproduksi sedikitnya 50 merek kopi bubuk lokal. Kopi yang diproduks petani yakni arabika, robuta dan ekselsa. Yang membedakan produk kopi adalah ketinggan tempat tanaman tumbuh, perbedaan proses saat membuat kopi bubuk, dan pengaruh tanaman lain di sekitar tanaman kopi.

Di Temanggung terkenal kopi rasa tembakau. Tembakau adalah tanaman paling dominan di kabupaten ini. Desa Tlahap, Kecamatan Kledung adalah tempat tanaman kopi rasa tembakau.

Selain dikonsumsi untuk dalam negeri sejalan dengan maraknya kedai-kedai kopi de seantero negeri, termasuk di Temanggung dan Yogyakarta, produk kopi Temanggung kini juga sudah menembus pasar ekspor yakni ke Jepang, Korea dan Amerika Serikat.

Salah satu petani sekaligus pengusah muda kopi asal Temanggung adalah Mukidi. Petani asal Jambon, Kecamatan Bulu ini sempat viral dan terkenal ini, mempunyai produk antara lain Kopi Jowo, Kopi Mukidi dan Kopi Lamsi.

Temanggung Fair 2016 memang mendatangkan banyak pengunjung. Namun jika mayoritas peserta memamerkan produk unggulan kopi, rasanya lebih tepat kegiatan yang dibiayai APBD Temanggung ini disebut Festival Kopi Temanggung 2016.

Mari mimun kopi….

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR