Tenggelamkan 71 Kapal Ilegal, Itu Rencana Menteri Susi Rayakan Kemerdekaan RI

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti punya rencana ‘unik’ merayakan hari Kemerdekaan Indonesia ke-71 pada 17 Agustus 2016 nanti. Susi akan menenggelamkan 71 kapal terkategori illegal, Unreported, and Unregulated (IUU) Fishing.
Menurut Susi, hingga kini sebanyak 30 dari 71 kapal yang akan ditenggelamkan tersebut sudah ada yang berkekuatan hukum tetap atau inkracht. Sementara 30-an kapal lainnya lmasih dalam proses peradilan.

Bangkai kapal yang sudah ditenggelamkan tersebut, lanjut Susi, nantinya akwn disulap menjadi alat bantu penangkapan ikan yang dipasang di laut alias rumpon.

“Mudah-mudahan dapat lagi sisanya sampai 17 Agustus. Target kita 71. Jadi sekarang kapal-kapal patroli kita sedang hunting kapal illegal. Dan pengumumannya tidak akan memasukkan nama negara, hanya jumlah kapal. Kita jadikan rumpon di beberapa wilayah tertentu,” ujarnya saat konferensi pers di Gedung Mina Bahari I KKP, Jakarta, Rabu (20/7/2016).

Kendati demikian, penenggelaman kapal-kapal tersebut tidak akan dilakukan di Natuna, Provinsi Kepulauan Riau. Susi akan berada di sana hanya sebatas merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-71.

Proses penenggelaman kapal, menurutnya, tetap akan dilakukan oleh Satuan Tugas (Satgas) 115, TNI AL, dan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP).

Selain itu, pihaknya juga tidak akan mengundang media untuk meliput kegiatan penenggelaman kapal tersebut. Akan tetapi, ditegaskan Susi bahwa selama ini proses penenggelaman kapal IUU Fishing tetap berjalan sebagaimana mestinya.

“Kita ada acara hari peringatan 17 Agustus di Natuna. Tapi kalau penenggelaman tidak ada. Penegakan hukum tetap jalan, tapi tidak lagi dengan bawa media. Biaya besar dan kita sudah terlalu boros. Penenggelaman jalan, tapi sudah tidak lagi kita beritakan,” tuturnya.

Sebagai gantinya, pihaknya hanya akan memberikan keterangan kepada awak media jika kapal-kapal yang akan ditenggelamkan tersebut telah karam.

“Selama ini kan kita blow up, kita liput media. Ke depan akan kita jadikan rumpon saja secara normal prosedur dan kita tidak lagi memakai media. Kita hanya melakukan press conference setelah dijadikan rumpon,” tegas Susi.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR