Terima Suap 1 Miliar, Bupati Hulu Sungai Tengah Ditangkap KPK

Keterangan Foto: Bupati Hulu Sungai Tengah Abdul Latif (dokumen)

Abdul Latid, Bupati Hulu Sungai Tengah ditangkap KPK terkait karena dugaan suap terkait dengan gratifikasi yang diterimanya dalam pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H. Damanhuri Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan. Ia ditangkap bersama

Dengan ditangkapnya Abdul Latif, maka Bupati Hulu Sungai Tengah Kalimantan Selatan ini, menjadi orang pertama yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

“Telah diamankan 6 orang. Satu kepala daerah terkait dengan dugaan penerimaan hadiah atau janji. Penerimaan uang diduga lebih dr Rp1 miliar terkait proyek pembangunan RS di daerah tersebut. Penangkapan terjadi di dua tempat yakni di Hulu Sungai,Kalimantan Selatan dan di Surabaya,Jawa Timur,” papar Febri di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (4/1/2018).

Dari keenam orang tersebut,Febri mengungkapkan lima orang termasuk Abdul Latif ditangkap di Hulu Sungai sedangkan yang ditangkap di Surabaya adalah pihak swasta.

Dalam OTT yang dilakukan Tim Penindakan KPK itu, lanjut Febri, turut pula diamankan uang ratusan juta rupiah dan lima orang yang diduga terlibat dalam kasus tersebut. Febri menjanjikan akan memberikan keteranga secara rinci melalui Konferensi Pers secepatnya.

“Kami amankan uang ratusan juta di daerah Kalsel tersebut. Informasi rinci kami sampaikan dalam konfrensi pers besok,” imbuhnya.

Febri juga memaparkan bahwa pihak-pihak yang ditangkap di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif di Mako Brimob Kalimantan Selatan. Namun ia memastikan setelah selesai pemeriksaan mereka yang terjaring akan dibawa ke gedung KPK.

“KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status dari pihak-pihak yang ditangkap di dua lokasi tersebut. Maka mereka yang diamankan di Kalsel akan dibawa ke kantor KPK untuk diproses pemeriksaan lebih lanjut,” pungkas Febri.

Abdul Latif sendiri adalah Bupati Hulu Sungai Tengah yang menjabat pada periode 2016 hingga 2021. Abdul Latif menggantikan bupati sebelumnya, Harun Nurasid, dan pejabat bupati Ngadimun setelah memenangkan Pilkada 2015 berpasangan dengan H.A. Chairansyah dari koaliasi PKS dan PKB.

Dalam situs LHKPN , Latif melaporkan harta kekayaannya pada saat akan mencalonkan diri sebagai bupati atau ketika masih menjabat sebagai anggota DPRD Kalimantan Selatan pada 3 Mei 2015, dengan total kekayaan sebesar Rp 41,1 miliar.

Sementara, dalam LHKPN sebelumnya yang dilaporkan Abdul Latif pada 8 Januari 2004, total kekayaannya hanya berjumlah sebesar Rp 6 miliar. Jika Latif melaporkan harta kekayaanya terahir saat ia menjabat Anggota DPRD, berarti setelah terpilih menjadi bupati Hulu Sungai Tengah, Latif belum melaporkan kembali harta kekayaannya.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR